
BANJARMASIN (TABIRkota) – Tim SAR Gabungan menggelar operasi pencarian terhadap seorang bocah laki-laki dengan inisial H (11) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Martapura, kawasan Jalan Sungai Jingah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Ahad (6/9).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana mengatakan, korban diketahui merupakan warga Jalan Jahri Saleh, Kompleks Japri Zamzam.
“Informasi kejadian diterima Basarnas Banjarmasin pada pukul 18.30 WITA dari perwakilan Rescue 911, Dedy,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com.
Berdasarkan informasi yang diterima, sekitar pukul 17.30 WITA korban bersama teman-temannya bermain di sekitar Sungai Martapura.
Korban yang tidak dapat berenang, kemudian tenggelam dan teman-temannya sempat berusaha memberikan pertolongan, namun upaya tersebut tidak berhasil.
Menurut I Putu Sudayana, mendapat laporan tersebut, Basarnas Banjarmasin segera mengerahkan satu tim rescue, terdiri dari enam personel, menggunakan Rescue Car D-Max.
“Tim diberangkatkan pada pukul 18.47 WITA menuju lokasi kejadian dan diperkirakan tiba sekitar pukul 20.02 WITA,” ujarnya.
Operasi pencarian dilaksanakan bersama sejumlah unsur SAR gabungan, antara lain Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Satpolair Polresta Banjarmasin, BPBD Kota Banjarmasin, Rescue 911, serta warga setempat.
Tim SAR didukung Rescue Car D-Max, Rubber Boat, peralatan water rescue, peralatan selam, perangkat komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya.
Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan melakukan asesmen dan koordinasi untuk menentukan metode pencarian yang paling efektif dan aman.
I Putu Sudayana menambahkan, pencarian akan dilakukan dengan penyisiran permukaan sungai menggunakan perahu karet serta penyelaman pada area yang dinilai memungkinkan, dengan tetap mempertimbangkan kondisi arus dan keselamatan seluruh personel.
“Operasi pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia,” tambahnya.
Kepada masyarakat, khususnya para orang tua, diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika berada di sekitar sungai atau perairan, terlebih bagi anak yang tidak memiliki kemampuan berenang.
Apabila terjadi kondisi darurat, masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat. (rls/ra)




