Penulis: Erlina Effendi Ilas _”Khatib Dayan nang jadi talabang_ _Urang nang baisi kapintaran_ _Rakat mupakat wan saijaan_ _Pangeran mangumpul pasukan…”_ *PENGGALAN* lirik lagu yang diciptakan budayawan Banjar, Anang Ardiansyah itu masyhur di Kalimantan. Lirik lagu yang singkat itu seolah memuat sejarah panjang Kerajaan Banjar yang dimulai dari Daha hingga berdirinya […]
Opini
“Cedera yang dihasilkan oleh komunikasi yang buruk kerap kali melukai martabat kemanusiaan lebih dalam daripada rasa sakit fisik itu sendiri”
“Lomba Bagarakan Sahur tidak hanya merayakan tradisi Ramadan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kebudayaan dapat menjadi energi yang menggerakkan masyarakat”
“Pada Lomba Bagarakan Sahur, tradisi tidak diposisikan sebagai sesuatu yang hanya dipertontonkan secara simbolik, tetapi justru dijadikan sebagai medium kreativitas generasi muda”
“Keberanian tak jarang sering berakhir di ruang tahanan, hukum justru melukai orang baik yang melindungi diri dan keluarga”
“Ketika akademisi memilih aman, netral, dan nyaman, mereka sesungguhnya sedang mengambil posisi politik, membiarkan ketidakadilan berlangsung”
“Publik menaruh harapan besar bahwa Prabowo tidak mengulangi pola pemimpin sebelumnya: keras di pidato, lunak di kebijakan”
“Board of Peace berisiko menjadi instrumen post-sovereign control, pengelolaan wilayah konflik oleh aktor eksternal yang merasa memiliki otoritas moral dan politik lebih tinggi daripada korban konflik itu sendiri”
“Intelektual Muslim semestinya berdiri di barisan kejujuran, meski itu berarti berjarak dengan kekuasaan. Tanpa keberanian etik ini, keislaman hanya berhenti pada simbol, bukan praksis”
“Kuyang yang tampil normal dan memesona di siang hari adalah potret kemunafikan telanjang, ia hidup di dua dunia”



