Tower Telekomunikasi di Sikui Terancam Longsor, Bupati Barut Instruksikan Penanganan Segera

“Pantauan Tim E-Government Diskominfosandi Barut pada Selasa (14/4), ditemukan kondisi tanah di sekitar tower kian memprihatinkan dan berpotensi longsor”

Tower Telekomunikasi di Sikui terancam longsor (foto: TABIRkota/ist)

MUARA TEWEH (TABIRkota) – Bupati Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), H Shalahuddin memberikan instruksi agar dilakukan penanganan segera terhadap tower telekomunikasi di Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru yang terancam longsor.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Barut, H Moch Iksan, Bupati Barut, H Shalahuddin langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, untuk segera turun ke lapangan guna melakukan langkah-langkah penanganan teknis darurat demi menjaga stabilitas akses jalan dan keselamatan warga.

“Diskominfosandi sendiri telah melayangkan surat resmi kepada PT Telkomsel selaku Penyelenggara Pelayanan Internet (ISP) di wilayah tersebut, untuk meminta perhatian serius dan tindakan preventif segera dari pihak provider untuk mengamankan infrastruktur mereka,” ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barut, Arba (15/4).

Ia mengatakan, hal tersebut penting guna mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan, seperti robohnya tower yang tidak hanya akan memutus akses komunikasi, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan raya di sekitarnya.

"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, karena itu, kami berharap pihak pengelola tower segera bersinergi dengan langkah yang diambil pemerintah daerah, untuk meminimalisir risiko bencana,” katanya.

Sebelumnya, masyarakat melalui platform Instagram Diskominfosandi melaporkan kondisi tower di Sikui rawan longsor.

Hasil pemantauan lapangan Tim E-Government Diskominfosandi Barut pada Selasa (14/4), ditemukan kondisi tanah yang kian memprihatinkan di sekitar infrastruktur vital.

Berdasarkan pemeriksaan teknis di titik koordinat Lat 1°4’24.11"S Long 115°4’58.46"E, tim menemukan indikasi kuat terjadinya longsor yang ditandai dengan retakan lebar dan penurunan struktur tanah secara signifikan.

Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko karena lokasi titik longsor berada di area yang sangat krusial, yaitu jarak kaki tower hanya sekitar lima meter dari titik longsor dan jarak badan jalan hanya sekitar 15 meter dari jalan negara.

Laporan tersebut menegaskan bahwa area sekitar tower dalam kondisi labil dan tingkat kerawanan diprediksi akan meningkat apabila wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi, yang berpotensi memicu longsor susulan.

Hingga berita ini diturunkan, tim terkait terus melakukan pemantauan intensif di lokasi guna mengantisipasi pergerakan tanah lebih lanjut. (ded/ra)

Pewarta: Mardedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Harga BBM Eceran di Barsel Naik, Bulog Pastikan Distribusi Bapok Tetap Stabil

Rab Apr 15 , 2026
"Isu kenaikan BBM beberapa waktu lalu yang sempat mencuat namun tidak terealisasi, justru memicu kenaikan harga di tingkat pengecer"

You May Like

TABIRklip