
Oleh: Arza Abu Alfarisya
SUASANA penuh semangat, kreativitas dan nilai-nilai keislaman begitu terasa di lingkungan Pondok Pesantren Terpadu Nurul Musthofa di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Lembaga pendidikan Islam tersebut sukses menyelenggarakan Nurul Musthofa Islamic Festival (NMIF) 2026 se-Kabupaten Tabalong.
Dengan mengusung tema “Ajang Bakat Islami untuk Generasi Hebat dan Berakhlak Mulia”, festival tersebut menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka sekaligus membangun karakter dan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam.
Salah satu agenda yang berhasil mencuri perhatian dan menghadirkan nuansa haru adalah Lomba Puisi Islami Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Tabalong yang digelar pada Arba (13/5) lalu.
Para peserta tampil penuh percaya diri membawakan puisi-puisi pilihan dengan penghayatan yang mendalam. Setiap bait yang terucap bukan sekadar rangkaian kata, tetapi menjadi media dakwah, ungkapan jiwa serta cerminan karakter generasi muda yang mampu menyampaikan pesan-pesan kebaikan melalui seni sastra.
Di bawah kawalan Ketua Pelaksana NMIF 2026, Ustadz Miftahul Munir serta Koordinator Cabang Lomba, Alfianoor Rahman, kompetisi literasi tersebut berjalan dengan penuh sportivitas dan kompetitif.
Setiap peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka, menghadirkan penampilan yang menyentuh hati para dewan juri maupun para hadirin. Beragam tema kehidupan Islami, perjuangan, doa, harapan, dan nilai ketuhanan mengalir indah dalam setiap penampilan.
Setelah melalui proses penilaian yang objektif dan penuh pertimbangan dari pegiat literasi sekaligus dewan juri, Rabiatul Husna, Anggun Firnandita Manurung dari SMP Plus Murung Pudak keluar sebagai Juara 1.
Lewat puisi berjudul “Senyap”, Anggun berhasil memikat hati juri melalui penghayatan yang kuat, artikulasi jelas serta kemampuan membangun suasana emosional yang mendalam.
Sementara itu, posisi Juara 2 diraih Nor Asya Syareffa dari MTsN 12 Tabalong dengan puisi “Bukan Sekadar Rindu yang Menggebu”. Disusul Zalfaa Naurah Purwanti dari SMPN 2 Tanjung yang menyabet Juara 3 lewat penampilannya yang tenang dan penuh spiritual dalam puisi “Sujud di Ujung Senja”.
Keberhasilan para juara tentu tidak lahir secara instan. Di balik pencapaian tersebut, terdapat proses panjang, latihan yang tekun, bimbingan para guru pendamping serta dukungan dari orang tua dan lembaga pendidikan masing-masing.
Prestasi yang diraih menjadi bukti bahwa generasi muda Tabalong memiliki potensi besar dalam bidang seni literasi Islami yang patut terus dikembangkan.
Rangkaian akbar tersebut resmi ditutup dalam Closing Ceremony yang khidmat pada Senin, 25 Mei 2026 ,oleh Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Nurul Musthofa Tabalong, KH Ahmad Sanusi Iberahim.
Acara penutupan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Nadhroh Nurul Musthofa, Ustadz Muhammad Ali Akbar beserta seluruh peserta tingkat SD/MI dan SMP/MTs didampingi guru pembimbing masing-masing.
Momentum penutupan menjadi gambaran nyata bahwa Nurul Musthofa Islamic Festival 2026 bukan hanya sekadar perlombaan untuk mencari juara, tetapi lebih dari itu, menjadi ruang pembinaan karakter, kreativitas, dan nilai-nilai akhlakul karimah bagi generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, lahirlah semangat untuk terus belajar, berkarya, dan berprestasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Ajang tersebut menjadi pengingat bahwa bakat yang diasah dengan baik, dipadukan dengan akhlak mulia dan semangat belajar yang tinggi, akan melahirkan generasi hebat yang siap membawa perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa.
Sebagai penghargaan atas perjuangan dan prestasi yang telah diraih, para pemenang mendapatkan berbagai bentuk apresiasi berupa tropi penghargaan, sertifikat, bingkisan, serta dana pembinaan dari Pondok Pesantren Terpadu Nurul Musthofa.
Penghargaan tersebut menjadi simbol bahwa setiap usaha, kerja keras dan semangat berproses selalu memiliki nilai yang patut dihargai. Khusus Juara 1 pada setiap cabang lomba pada Nurul Musthofa Islamic Festival 2026, mendapatkan voucher cashback sebesar Rp1.000.000 untuk SPMB Nurul Musthofa.
Apresiasi yang diberikan menjadi bentuk dukungan nyata dalam memberikan kesempatan pendidikan sekaligus motivasi bagi peserta untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki.
Diharapkan, prestasi yang diraih kali ini menjadi langkah awal menuju pencapaian-pencapaian besar di masa depan dan para pemenang agar terus berkarya, menginspirasi, serta menjadi generasi yang mampu menebarkan cahaya kebaikan melalui ilmu, akhlak dan karya terbaik untuk umat.***



