
Barabai (TABIRkota) — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) geruduk Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Barabai, Kamis (30/7).
Mahasiswa tersebut melayangkan lima tuntutan buntut dari pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini di HST.
Menurut Ketua HMI Barabai, Amril Saifan, aksi tersebut merupakan lanjutan dari audiensi yang belum membuahkan hasil.
“Kami meminta PLN untuk bertanggung jawab atas pemadaman listrik, kompensasi kepada warga terdampak dan transparansi penyebabnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PMII Barabai, Alfi Syahrin mengatakan, kalau memang ada kerusakan, pihaknya siap untuk difasilitasi untuk melihat langsung kendalanya.
“Kami memberikan tenggat waktu hingga 7 Agustus mendatang untuk menghentikan pemadaman bergilir, jika tidak, akan ada aksi jilid dua,” katanya.
Kelima tuntutan dari mahasiswa tersebut, antara lain mendesak PLN untuk menghentikan pemadaman bergilir dengan segera memperbaiki sistem kelistrikan.
Mahasiswa juga meminta ahar PLN transparan terkait penyebab, langkah penanganan dan target penyelesaian.
Menuntut PLN agar bertanggung jawab atas kompensasi tagihan listrik masyarakat akibat pemadaman.
Menyelesaikan permasalahan pendistribusian listrik hingga tenggat waktu 7 Agustus mendatang.
Membuat pengumuman resmi atas tuntutan yang disampaikan ke seluruh laman media dan media sosial yang dapat diakses masyarakat. (fer)




