
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Dengan dukungan PT Bharinto Ekatama (BEK) bersama mitra kontraktor, PT Pama Persada Nusantara Distrik BEKB, SNS, ELMA, MPE, RUNA dan lainnya, Desa Benangin II, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengikuti verifikasi faktual penilaian Program Kampung Iklim (ProKlim).
Menurut perwakilan Community Development PT BEK, Stefanus, kegiatan verifikasi factual tersebut telah dilaksanakan di Kantor Desa Benangin II pada Arba (22/7) lalu.
“Kegiatan verifikasi faktual dilaksanakan Tim Dinas Lingkungan Hidup Kalteng, didampingi Dinas Lingkungan Hidup Barito Utara, sebagai bagian dari tahapan penilaian Program Kampung Iklim untuk melihat kesesuaian data lapangan yang diupload dalam website Kementrian Lingkungan Hidup pada SRN,” ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barito Utara, Sabtu (1/8).
Unsur penilaian meliputi aksi adaptasi, mitigasi dan kelembagaan dalam menghadapi perubahan iklim serta keberlanjutan kegiatan yang telah dilakukan secara partisipatif oleh masyarakat Benangin II.
Ia mengatakan, Proklim sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
“Kami berharap sinergi yang telah terjalin antara pemerintah, masyarakat, perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga Benangin II dapat menjadi contoh yang baik dalam penerapan program lingkungan yang berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan dunia usaha merupakan bentuk sinergi dan kepedulian dalam mendukung upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
“Hasil verifikasi menjadi rekomendasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup untuk bisa mendapatkan penghargaan Proklim,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan, DLH Barito Utara, Dora Paridewi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat mengapresiasi Pemerintah Desa Benangin II, masyarakat, serta pihak pendukung yaitu PT BEK dan PT PAMA Distrik BEK yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan Proklim.
“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat terus diperkuat sehingga berbagai aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.
Camat Teweh Timur, Mundawan menambahkan, Proklim tidak hanya berorientasi pada penilaian, tetapi juga bertujuan membangun budaya peduli lingkungan sekitar.
“Harapan kami, dimulai dari Benangin II akan memberikan dampak kepada desa-desa lainnya yang ada di Teweh Timur dan erima kasih kepada pihak ketiga, PT BEK dan PT PAMA serta kontraktor lainnya di bawah PT BEK yang juga sudah mendukung program ini,” tambahnya.
Pemkab Barito Utara sendiri berkomitmen untuk terus mendorong penguatan Proklim sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. (ded/ra)



