Polisi Bekuk Tiga Pelaku Pembantaian di Benangin II Barut, Dua Diantaranya Suami Istri

“Para pelaku pembantaian sadis di Benangin II, LK dan SA merupakan pasangan suami istri bersama FN saudaranya SA, dibekuk di dua lokasi berbeda”

(ilustrasi: net)

MUARA TEWEH (TABIRkota) – Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Barito Utara (Barut), Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil membekuk tiga terduga pelaku pembantaian sadis di Benangin II, Kecamatan Teweh Timur, yang mengakibatkan lima orang meregang nyawa dan satu lainnya kritis.

Menurut Kapolres Barut, AKBP Singgih Febiyanto, tiga terduga pelaku tersebut masih kerabat dan bahkan dua diantaranya merupakan suami istri, berhasil dibekuk pada Senin (20/4) kemarin.

“Para pelaku dua laki-laki dan satu perempuan, masing-masing LK (pria) dan SA (wanita) yang merupakan pasangan suami istri serta FN (pria) yang masih ada hubungan saudara dengan SA,” ujarnya saat konfrensi pers di Mapolres Barut, Muara Teweh, Selasa (21/4).

LK yang tercatat pernah menjabat sebagai Pambakal (Kepala Desa) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur (Kaltim), berhasil dibekuk petugas Satreskrim Polres Barut saat bersama istrinya, SA, sedangkan FN, diamankan dilokasi berbeda, di Kutai Barat.

Ia mengatakan, bersama para pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sebilah parang atau Mandau.

“Sementara, motif pembunuhan tersebut diperkirakan terkait masalah perebutan lahan yang berada di kawasan hutan dekat jalan PT Timber Dana di kilometer 95,” katanya.

Ia menambahkan, para pelaku dikenakan Pasal 459 subsider Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman berat.

“Petugas masih melakukan penyidikan dan pengembangan, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain atau keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, terjadi aksi pembantaian sadis terhadap satu keluarga di area perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH), PT Timber Dana, di daerah perbatasan Kalteng – Kalimantan Timur (Kaltim) pada Ahad (19/4) sekitar pukul 16.30 Wib.

Akibat peristiwa berdarah tersebut, lima orang meninggal dunia, masing-masing Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), David (3) dan Ono (50), sedangkan satu orang lagi, Alfian (40), selamat namun dalam kondisi kritis.

Dalam konferensi pers tersebut, Kapolres Barut didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan dan Kasi Humas Ipda Novendra. (ded/ra)

Pewarta: Mardedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pastikan Kesiapan Atasi Gangguan, BRI Muara Teweh Gelar Simulasi Evakuasi dan Penanggulangan Kebakaran

Sel Apr 21 , 2026
“BCM merupakan agenda rutin tahunan, sebagai bentuk komitmen BRI dalam menjaga keberlangsungan operasional”

You May Like

TABIRklip