
KOTABARU (TABIRkota) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Hj Suwanti, meninjau langsung lokasi jalan rusak penghubung antar kecamatan di wilayah Desa Tanjung Pengharapan, Kecamatan Pulau Laut Timur hingga Labuan Mas, Pulau Laut Selatan yang sempat viral di media sosial (medsos).
Peninjauan sebagai respon dan tindak lanjut atas keluhan masyarakat tersebut, dilaksanakan bersama Wakil Ketua II, Chairil Anwar, Selasa (3/3).
Menurut Hj Suwanti, dari pantauan di lapangan, kondisi jalan terlihat rusak parah, banyak lubang besar yang tergenang air, badan jalan berlumpur, serta permukaan yang tidak rata sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas.
“Pada beberapa titik, kendaraan bahkan harus berjalan sangat pelan untuk menghindari kerusakan lebih parah,” ujarnya.
Jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Pulau Laut Timur dan Pulau Laut Selatan, yang selain menunjang mobilitas warga, ruas jalan tersebut juga menjadi urat nadi aktivitas ekonomi, distribusi barang, hingga pelayanan pemerintahan dan sosial masyarakat.
Ia mengatakan, kehadiran dirinya bersama Wakil Ketua II, untuk menegaskan bahwa DPRD Kotabaru bersama instansi terkait sangat serius dalam menindaklanjuti aspirasi warga.
“Hasil peninjauan, rencananya alat berat sudah akan diturunkan untuk melakukan perbaikan awal, karena kita idak ingin masyarakat terlalu lama mengalami kesulitan akibat kondisi jalan rusak,” katanya.
Ia menambahkan, percepatan penanganan tersebut tidak lepas dari arahan Bupati Kotabaru, Muhammad Rusli, Wakil Bupati (Wabup), Syairi Mukhlis serta Sekretaris Daerah, dan dukungan seluruh anggota DPRD yang telah sepakat mendorong agar perbaikan segera dilakukan.
“Ini menjadi komitmen bersama, bahwa infrastruktur adalah kebutuhan dasar masyarakat, sehingga harus menjadi prioritas,” tambahnya.
Diharapkan, peninjauan tersebut benar-benar menghasilkan solusi nyata, bukan sekadar seremonial sehingga akses transportasi kembali aman dan lancar, terutama menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat. (adv)




