
BANJARMASIN (TABIRkota) – Pada hari kelima operasi SAR KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa pada Ahad (13/9) lalu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperluas area pencarian hingga 5.600 nautical mile (NM) atau mil laut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana mengatakan, strategi pencarian dibagi menjadi dua sektor utama, yaitu pencarian udara dan laut.
“Unsur udara melibatkan helikopter Basarnas, Polri dan TNI AL yang difokuskan pada penyisiran area seluas kurang lebih 1.489 nautical mile persegi.
Sementara itu, unsur laut melakukan pencarian dengan pembagian empat sektor utama dengan total luas area mencapai sekitar 5.600 nautical mile persegi.
Ia mengatakan, operasi SAR melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur dari instansi pemerintah, TNI/Polri, serta potensi SAR lainnya, dengan mengerahkan berbagai alat utama (alut), meliputi kapal SAR, kapal perang TNI AL, helikopter, pesawat udara, hingga peralatan pendukung pencarian dan evakuasi.
“Dalam pelaksanaan operasi, tim di lapangan menghadapi kendala berupa perubahan cuaca yang terjadi secara cepat,” katanya.
Meski demikian, kondisi cuaca saat ini dilaporkan cerah berawan dengan tinggi gelombang berkisar antara 1 hingga 1,5 meter, yang masih memungkinkan pelaksanaan operasi secara optimal.
Berdasarkan data sementara, jumlah korban dalam kecelakaan tersebut sebanyak 243 orang, dengan rincian 108 orang berhasil selamat, enam orang ditemukan meninggal dunia dan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
I Putu Sudayana menambahkan, pada pelaksanaan operasi hari sebelumnya, berbagai perkembangan signifikan terjadi di lapangan.
“Secara visual, pada tanggal 16 September 2026, badan kapal KM Virgo Transport 8 sudah tidak terlihat di permukaan laut dari jarak 1,1 NM,” tambahnya.
Deteksi bawah air oleh unsur TNI AL menggunakan sonar aktif, berhasil mengidentifikasi posisi objek yang diduga kapal pada koordinat 04°31,667′ S – 114°00,245′ T, dengan pergeseran sekitar 500 yard ke arah tenggara dari posisi sebelumnya.
Selain itu, ditemukan pula life raft yang diduga berasal dari kapal tersebut di perairan Kuala Pembuang di pesisir selatan Kalimantan Tengah (Kalteng). (ra)




