
BARABAI (TABIRkota) — Peternak ayam di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami kerugian sekitar Rp250 juta, setelah ribuan ayamnya mati dampak dari pemadaman listrik.
Pambakal Aluan Sumur, Nurul Adha mengatakan, kematian ayam di kandang close house milik Saipul Hadi terjadi pada Jum’at (24/7) lalu saat penjaga kandang sedang salat.
“Penjaga kandang saat itu berada di mesjid, sehingga tidak sempat menyalakan genset,” katanya, di Barabai, Ibu Kota HST, Senin (27/7).
Kematian ayam tersebut, ujarnya, dampak dari pemadaman listrik lebih dari lima jam dan jadwalnya berubah dari pemberitahuan sebelumnya.
“Beberapa kali pemadaman listrik aman saja, karena penjaga posisinya di kandang,” ujarnya.
Sedangkan saat itu, tambahnya, tidak ada update perubahan jadwal pemadaman listrik dari PLN Barabai.
“Ayam yang mati lebih dari 5.000 ekor dari populasi kandang 8.000 ekor, sehingga kerugian berkisar Rp250 juta,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak desa mengaku tidak ada tindak lanjut dari PLN Barabai mengenai peristiwa kematian aayam tersebut.
Diharapkan ke depannya pasokan listrik dapat stabil dan tidak ada pemadaman hingga tujuh jam lebih, karena berdampak bagi pelaku usaha yang bergantung dengan perangkat elektronik. (fer)



