
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Kepala Puskesmas (Kapus) Butong, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), Apriadi angkat bicara terkait unit ambulans milik puskesmas tersebut yang kecelakaan masuk jurang, saat membawa pasien pasca melahirkan (berita sebelumnya menyebutkan ibu dalam kondisi hamil, red) ke RSUD Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya (Mura), Arba (15/4) sekitar pukul 04.00 Wib.
Menurut Apriadi, pasien tersebut dirujuk ke RSUD Puruk Cahu demi keselamatan jiwa yang bersangkutan, yang saat itu berstatus emergency.
“Pasien tersebut atas nama Yulita Alri Luruk (33) asal Kupang, Nusa Tenggara Timur yang tinggal di Desa Pandran Permai (SP III), melahirkan bayi perempuan secara normal di Puskesmas Butong pada Selasa (14/4) sekitar pukul 21.00 – 22.00 Wib,” ujarnya.
Usai melahirkan bayi dengan berat tiga kilogram, Yulita Alri Luruk mengalami perdarahan pada bagian plasenta dengan Hb (kadar hemoglobin) hanya 10, sehingga bidan berinisiatif untuk memberikan rujukan.
Sesuai standar prosedur sistem rujukan, katanya, pihak Puskesmas Butong menghubungi RSUD Muara Teweh dan dianjurkan untuk dirujuk ke RSUD Puruk Cahu, Mura.
“Unit ambulans Puskesmas Butong berangkat membawa pasien Yulita Alri Luruk menuju RSUD Puruk Cahu sekitar pukul 01.00 Wib, dengan prioritas utama agar pasien selamat,” katanya.
Sopir yang mengendarai ambulans Puskesmas Butong sudah berpengalaman di bidang transportasi serta pernah bekerja di PT AGU dan PT BAK sebagai driver.
Ia menambahkan, saat itu sopir dibantu seorang sopir cadangan dan dua tenaga kesehatan.
“Namun, di tengah perjalanan turun hujan deras sehingga licin dan kondisi jalan nasional Muara Teweh – Puruk Cahu di kilometer 68 rusak, mengakibatkan ambulans kehilangan kendali hingga masuk jurang,” tambahnya.
Dengan bantuan travel rute Muara Teweh – Puruk Cahu, para korban dievakuasi ke RSUD Puruk Cahu untuk mendapatkan perawatan medis.
Karena ambulans mengalami kecelakaan, pihak Puskesmas Butong berharap bisa mendapatkan dukungan unit baru dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barut, agar pelayanan kesehatan masyarakat tidak terganggu.
Terpisah, Direktur RSUD Muara Teweh, Wahidah Asurawati mengatakan, pasien yang mengalami perdarahan pascamelahirkan tersebut terpaksa dirujuk ke RSUD Puruk Cahu, karena saat itu dokter spesialis sedang tidak di tempat.
“RSUD Muara Teweh memiliki satu dokter spesialis kandungan, namun sedang melaksanakan dinas luar, mengikuti Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di luar daerah,” katanya.
Kegiatan pelatihan tersebut sudah terjadwal, untuk memenuhi persyaratan akreditasi RSUD Muara Teweh. (ded/ra)




