
PELAIHARI (TABIRkota) – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jasad Amat (19), nelayan muda warga Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), yang terjatuh dari kapal dan hilang di perairan Muara Kintap saat melaut bersama rekan-rekannya pada Arba (29/4) lalu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin, I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan, jasad Amat ditemukan Tim SAR Gabungan sekitar sembilan nautical mile (NM) atau mil laut setelah empat hari upaya pencarian.
“Korban berhasil ditemukan Sabtu (3/5) pada pukul 12.40 WITA, sekitar sembilan mil laut ke arah tenggara dari lokasi pertama kali korban dilaporkan hilang atau last know position (LKP),” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com, Sabtu (2/5).
Sebelumnya, Arba (29/4) lalu, korban dilaporkan terjatuh dari kapal saat sedang melaut bersama teman-temannya di perairan Muara Kintap.
Informasi tersebut diterima Pos SAR Kotabaru dari unsur TNI AL, yang kemudian segera direspons dengan pengerahan personel dan alat utama (alut) ke lokasi kejadian.
Dalam proses pencarian, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Pos SAR Kotabaru, Pos TNI AL Muara Kintap, BPBD Tanah Laut, Damkar, serta dibantu nelayan setempat, melakukan penyisiran menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02.
Pencarian juga didukung dengan peralatan teknis seperti Aqua Eye untuk pendeteksian bawah air serta peralatan selam.
Menurut I Putu Sudayana, setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi menuju RSUD KH Mansyur Kintap untuk proses penanganan lebih lanjut, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Penemuan jasad korban merupakan hasil kerja keras dan sinergi yang solid antar seluruh unsur yang terlibat di lapangan,” ujarnya.
Basarnas Banjarmasin, tambahnya, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu waspada dan mengutamakan penggunaan alat keselamatan seperti life jacket saat beraktivitas di laut, mengingat risiko kecelakaan dapat terjadi kapan saja,” tambahnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing, setelah dilakukan sesi debriefing. (rls/ra)




