Telantarkan Jemaah Umrah di Bandara, Legalitas Travel Hijaz Safar di HST Terbongkar

“Dari daftar PPIU-PIHK yang dikeluarkan Kementerian Agama Kalsel per 30 Juni 2025, tak ada nama Hijaz Safar”

Jemaah umrah yang gagal berangkat mendatangi rumah pengumpul dana, Hj Fauziah di Jalan Abdul Muis Ridhani, Barabai, untuk mediasi (foto: TABIRkota/ferian sadikin)

BARABAI (TABIRkota) — Legalitas travel Hijaz Safar yang menelantarkan jemaah umrah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), di Bandara Syamsudin Noor Banjarbau akhirnya terbongkar.

Menurut Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) HST, Khairussalim, berdasarkan daftar Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), nama travel Hijaz Safar belum tercantum.

“Dari daftar PPIU-PIHK yang dikeluarkan Kementerian Agama Kalsel per 30 Juni 2025, tak ada nama Hijaz Safar,” ujarnya, di Barabai, Ibu Kota HST, Arba (22/7).

Saat ini, katanya, Kemenhaj Kalsel juga belum mengeluarkan pembaruan terkait daftar PIU-PIHK.

“Masyarakat diimbau agar tidak terburu-buru menyerahkan uang kepada biro perjalanan, sebelum memeriksa legalitas dan layanan yang ditawarkan,” katanya.

Masyarakat diminta untuk menerapkan prinsip “lima pasti” sebelum memilih travel perjalanan ibadah.

Pastikan travel memiliki izin resmi, pastikan tiket pesawat dan jadwal keberangkatan, pastikan harga dan layanan yang diberikan, pastikan hotel atau akomodasi yang diberikan, serta pastikan visa umrah telah tersedia.

Diharapkan, tambah Khairussalim, masyarakat dapat berhati-hati dan mencek terlebih dahulu sebelum menentukan biro perjalanan yang digunakan.

“Jangan hanya tergiur murah atau janji keberangkatan, tapi pastikan seluruh aspek perjalanan dan legalitas jelas,” tambahnya.

Sebelumnya, Sebanyak 41 calon jamaah umrah HST gagal berangkat dan terdampar di Bandara Syamsudin Noor, di Banjarbaru.

Semua itu berawal dari pengumpul dana, Hj Fauziah, mendaftarkan jamaah ke travel Hijaz Safar yang dipimpin Suriadi, di Desa Paya Besar, Kecamatan Batu Benawa.

Beberapa kali jemaah meminta kepastian jadwal yang seringkali berubah-ubah, namun tidak ada kejelasan dari pihak travel.

Akhirnya Senin (20/7), 41 calon jamaah yang dijadwalkan berangkat justru mendapat kabar bahwa pihak travel membatalkan keberangkatan.

Sebagian besar rombongan yang terlanjur sampai di bandara untuk berangkat ke Mekkah, Arab Saudi mengaku sangat kecewa. (fer)

Pewarta: M Ferian Sadikin

Journalist | Editor | - Hulu Sungai Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dukung Mobilitas dan Pertumbuhan Ekonomi, Pemkab Balangan Tingkatkan Jalan Muara Pitap-Lingsir

Rab Jul 22 , 2026
"Proyek mencakup penanganan ruas jalan sepanjang 2,6 km, dimulai dari STA 0+400 hingga STA 3+000 dengan target penyelesaian 170 hari kalender"

You May Like

TABIRklip