
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Aksi penipuan yang mencatut nama pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali terjadi.
Kali ini, pelaku menggunakan identitas Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Barito Utara, M Iman Topik, untuk meminta uang sebesar Rp27 juta kepada seorang pengusaha lokal.
Modus tersebut terkuak saat seorang pengusaha setempat mengonfirmasi nomor kontak Kadisdik yang baru kepada pihak terkait.
Pengusaha tersebut mengaku baru saja menerima pesan singkat via WhatsApp dari nomor yang memasang foto profil M Iman Topik untuk meminta bantuan dana mendesak dengan janji akan segera dikembalikan.
Menanggapi hal tersebut, Kadisdik Barito Utara, M Iman Topik mengatakan, pesan tersebut adalah murni penipuan dan memastikan dirinya tidak pernah meminta dana ataupun menawarkan program tertentu melalui nomor pribadi.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati serta tidak mudah percaya terhadap pesan atau telepon yang mengatasnamakan pejabat pemerintah dan jika ada nomor mencurigakan, mohon segera konfirmasi melalui kanal resmi pemerintah daerah," katanya di Muara Teweh, ibu kota Barut, Ahad (31/5).
Tidak hanya nama Kadisdik, pelaku diketahui mencatut nama Sekretaris Dinas Pendidikan Barito Utara untuk melancarkan aksinya.
Modus yang digunakan beragam, mulai dari mengiming-imingi korban dengan program bantuan hingga meminta transfer uang secara mendadak.
Iman Topik menambahkan, seluruh komunikasi resmi terkait kedinasan selalu disampaikan melalui saluran instansi, bukan lewat ruang obrolan pribadi dan meminta masyarakat untuk tidak memberikan data rahasia ataupun mengirimkan sejumlah uang tanpa verifikasi yang jelas.
"Jangan sampai ada yang menjadi korban akibat kurang teliti dalam menerima informasi dan segera laporkan ke pihak berwenang jika menemukan akun atau nomor palsu seperti kasus ini," tambahnya.
Sebagai informasi, pelaku penipuan tersebut melancarkan aksinya menggunakan dua nomor WhatsApp, yaitu 0813-8806-082 yang mengaku sebagai Kadisdik Barito Utara dan 0823-1941-3168 yang mengaku sebagai Sekretaris Disdik.
Masyarakat diminta waspada jika dihubungi oleh kedua nomor tersebut. (ded/ra)




