
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), berkomitmen untuk mendukung penuh visi kemandirian pangan sebagai program prioritas pemerintah pusat.
Menurut Wakil Bupati (Wabup) Barito Utara, Felix Sonadie Y Tingan, wujud komitmen tersebut telah ditegaskan dengan kehadirannya pada acara pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang dilaksanakan di GORR David-Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6) kemarin.
“Kehadiran kita dalam acara tersebut, mencerminkan komitmen kuat Pemkab Barito Utara untuk menyelaraskan program daerah dengan visi kemandirian pangan nasional, sekaligus membawa aspirasi dan potensi pertanian dari daerah ke panggung nasional,” ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barito Utara, Senin (22/6).
Ia mengatakan, sektor pertanian dan perikanan adalah pilar penting bagi ekonomi daerah.
“Melalui ajang nasional tersebut, kita ingin para delegasi, penyuluh dan petani dari Barito Utara dapat menyerap inovasi teknologi serta memperluas jejaring pasar,” katanya.
Ia menambahkan, selain memperkuat jejaring, ajang tersebut juga difokuskan untuk mendorong inovasi teknologi demi memajukan sektor pangan nasional.
“Kita berharap, perhatian pemerintah pusat terhadap penyederhanaan regulasi pupuk, kemudahan akses benih dan peningkatan infrastruktur pertanian dapat diimplementasikan dengan baik di Barito Utara, sehingga kesejahteraan petani di daerah terus meningkat,” tambahnya.
Perhelatan PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.
Kegiatan yang menjadi wadah strategis bagi para petani, nelayan, penyuluh serta pelaku usaha sektor pertanian dan perikanan dari seluruh penjuru Indonesia tersebut, berlangsung dari 20 hingga 25 Juni mendatang.
Hadir pada acara pembukaan tersebut: Menteri Pertanian, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Anggota DPR RI, Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo selaku tuan rumah, Gubernur, Bupati/Wakil Bupati se-Indonesia, petani dan nelayan seluruh Indonesia serta tamu undangan lainnya. (ded/ra)




