
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), resmi meluncurkan logo Hari Jadi (Harjad) ke-76 dengan tiga warna dominan yang kaya akan filosofi.
Menurut Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Barut, Ardian, logo tersebut telah mendapat persetujuan dari Bupati setempat, H Shalahuddin sehingga pihaknya dapat secara resmi meluncurkannya.
“Harjad ke-76 Barut yang terbentuk pada 29 Juni 1950, kali ini mengangkat tema Mewujudkan Masyarakat Barito Utara Maju Sejahtera dan Berkeadilan,” ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barut, Kamis (11/6).
Ia mengatakan, pada logo Harjad ke-76 kali ini, didominasi tiga warna dominan, yaitu merah, hijau dan kuning.
“Merah mengartikan semangat keberanian dan tekat kuat, hijau bermakna kesuburan alam dan harapan berkelanjutan, sedangkan kuning melambangkan kejayaan optimistis dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Logo tersebut meliputi angka 76 diartikan sebagai representasi semangat kebersamaan, keberagaman dan tekad kuat.
Makna angka 7 dengan bentuk melengkung dan saling berhubungan menggambarkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan program pembangunan yang berkelanjutan.
Makna angka 6 dibentuk secara dinamis dan mengalir, melambangkan usia Barito Utara yang telah matang dalam perjalanan sejarah, namun tetap adaptif, progresif serta terbuka terhadap perubahan zaman.
Pada bagian kanan atas logo, terdapat Tanduk Rusa sebagai maskot fauna Barito Utara yang berbentuk menyerupai mahkota, melambangkan kekuatan, pertumbuhan, kewaspadaan dan kemakmuran serta pencapaian visi yang tinggi dan keunggulan spiritual.
Makna Rumah Betang, Pahlawan, Jalan dan Jembatan, merupakan kombinasi antara Rumah Betang sebagai bentuk keberagaman suku, agama, dan budaya Barito Utara dengan pahlawan Barito Utara, Panglima Batur sebagai simbol perjuangan.
Sedangkan jalan dan jembatan menjadi simbol pembangunan dan pemerataan infrastruktur di seluruh wilayah Barito Utara.
Selain itu, terdapat pula motif Pisang Bangkaran khas Barito Utara, yaitu pisang hutan endemik Kalimantan yang memiliki bentuk tundun dan buah kecil-kecil berwarna hijau yang bermakna kemakmuran, kejayaan dan keberanian. (ded/ra)




