
MUARA TEWEH (TABIRkota) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Branch Office Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), menggelar kegiatan simulai evaluasi dan penanggulangan bahaya kebakaran, dalam upaya memastikan kesiapan seluruh lini operasional menghadapi potensi gangguan.
Menurut Pemimpin BRI Branch Office Muara Teweh, Dwi Nur Cahyo, kegiatan simulasi yang merupakan bagian dari Business Continuity Management (BCM) tersebut, telah dilaksanakan pada 9 April lalu.
“BCM merupakan agenda rutin tahunan, sebagai bentuk komitmen BRI dalam menjaga keberlangsungan operasional,” ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barut, Selasa (21/4).
Kegiatan tersebut menjadi bagian strategis perusahaan dalam memastikan kesiapan seluruh lini operasional menghadapi berbagai potensi gangguan, mulai dari bencana alam, gangguan sistem teknologi informasi, hingga kondisi krisis yang dapat memengaruhi layanan perbankan.
Ia mengatakan, simulasi dilaksanakan dengan melibatkan seluruh pekerja dan unit kerja terkait, dengan skenario kondisi darurat kebakaran yang menuntut respons cepat melalui aktivasi prosedur tanggap darurat, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) serta evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan.
“BRI tidak hanya mengedepankan aspek keselamatan, tetapi juga menguji secara langsung efektivitas implementasi Business Continuity Plan (BCP), mulai dari kecepatan respons, ketepatan pengambilan keputusan, hingga koordinasi antartim dalam menjaga kelangsungan layanan kepada nasabah,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan BCM secara konsisten merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan bisnis perusahaan.
“Melalui kegiatan simulasi tersebut, kami memastikan seluruh pekerja memiliki kesiapan dan pemahaman yang baik dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya risiko kebakaran, sebagai bagian dari komitmen BRIi dalam menjaga keselamatan pekerja, melindungi nasabah serta memastikan layanan tetap berjalan dengan optimal,” tambahnya.
Kegiatan simulasi tersebut juga merupakan wujud implementasi manajemen risiko terintegrasi yang bertujuan untuk menjaga stabilitas layanan perbankan, melindungi kepentingan nasabah, meminimalisir dampak risiko operasional serta meningkatkan kesiapsiagaan pekerja terhadap situasi darurat.
Dengan pelaksanaan BCM yang dilakukan secara berkelanjutan, BRI terus memperkuat sistem operasional yang tangguh, adaptif dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan, sekaligus memastikan kepercayaan nasabah tetap terjaga dalam kondisi apa pun. (ded/ra)




