
TANJUNG (TABIRkota) – Bupati Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), H Muhammad Noor Rifani mengajak semua pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun lembaga pelatihan, untuk terus bersinergi dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing.
Ajakan tersebut disampaikan H Muhammad Noor Rifani saat membuka kegiatan Pelatihan Dasar dan Sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tabalong di Asrama Balai Latihan Kerja (BLK) Tanjung, Senin (13/4).
Menurutnya, dengan kerja sama yang baik dari semua pihak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong optimis dapat mewujudkan program Tabalong Smart.
“Dukungan dari dunia usaha sangat penting dalam memastikan adanya keterkaitan antara pelatihan yang diberikan dengan kebutuhan nyata di lapangan kerja,” ujarnya.
Pelatihan kali ini mencakup Operator Alat Berat Excavator, Operator Wheel Loader, Defensive Driving Training (DDT) dan Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Konstruksi yang diikuti 97 peserta, terdiri dari 16 orang Operator Excavator, 16 orang Operator Wheel Loader, DDT 35 orang serta 30 orang K3 Konstruksi.
Ia mengatakan, pelatihan yang diberikan merupakan bidang yang sangat diperlukan dunia kerja saat ini.
“Karena itu, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin dan penuh semangat,” katanya.
Sementara, Kepala Disnaker Tabalong, Hady Ismanto mengatakan, pelatihan difokuskan untuk mempersiapkan tenaga kerja kompeten dalam sektor industri pertambangan dan konstruksi.
“Dua sektor tersebut merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang memerlukan tenaga kerja dengan keahlian khusus dan sertifikasi resmi agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah,” katanya.
Ia menambahkan, para peserta akan diberikan bekal pengetahuan dengan kurikulum berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk menjamin kenyamanan dan profesionalitas.
“Selain itu, untuk pelatihan DDT dan K3 konstruksi dilengkapi sistem pembelajaran teori dalam kelas untuk memberikan pengalaman belajar berstandar korporasi serta praktik teknis dan pengoperasian bagi peserta pelatihan operator alat berat,” tambahnya.
Usai pelatihan, para peserta kompeten akan menerima sertifikat kompetensi dari BNSP yang merupakan pengakuan negara atas keahliannya.
Data peserta secara otomatis akan masuk ke dalam database SmartNaker untuk memudahkan pemantauan penyerapan tenaga kerja dan memudahkan perusahaan industri dalam mencari tenaga terampil lokal yang siap pakai. (lhm/ra)




