
TANJUNG (TABIRkota) – Bupati Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), H Muhammad Noor Rifani meminta seluruh jajaran perangkat daerah untuk memastikan keakuratan data yang ada di aplikasi Sistem Informasi Penanggulangan Kemiskinan Terpadu dan Terintegrasi atau Si Langkarr.
Hal tersebut disampaikan H Muhammad Noor Rifani saat menghadiri Pra Musrenbang Penanggulangan dan Penghapusan Kemiskinan Tingkat Kabupaten di Balai Dandung Suchrowardi, Tanjung, Senin (9/3).
Menurutnya, penting untuk dilakukan pengecekan dan verifikasi ulang untuk memastikan keakuratan data di Si Langkarr di masing-masing desa.
“Para camat khususnya, coba data Si Langkarr dilakukan verifikasi bawa ke desa masing-masing dan cek kembali,” ujarnya.
Ia mengatakan, harus dipastikan dengan benar, warga yang masuk desil 1, desil 2, desil 3 serta desil 4 apakah sudah benar dan jangan sampai warga yang mampu masuk.
“Sinergi penanggulangan dan penghapusan kemiskinan di Tabalong membutuhkan keterlibatan semua pihak untuk memastikan data masing-masing desil sesuai kondisi di masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pengentasan kemiskinan di Tabalong pada 2025 lalu mengalami penurunan yang cukup signifikan.
“2025 Tabalong mengalami penurunan, dari 5,64 di 2024 menjadi 4,67, tetapi dari sisi lain kita berada di peringkat tiga dari bawah se-Kalsel,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Tabalong, H Arianto mengatakan, sebelum melaksanakan Musrenbang kabupaten, pihaknya berinisiatif menggelar pra Musrenbang yang bersifat tematik.
“Pelaksanaan pra Musrenbang ini merupakan kebijakan yang bersifat tematik dengan urgensi yang sangat tinggi dan melibatkan lintas sektor,” katanya.
Pra Musrenbang penting untuk dilaksanakan, mengingat masalah kemiskinan dan stunting membutuhkan keterlibatan semua sektor.
Karena itu, kolaborasi menjadi penting dan erat kaitannya untuk mensukseskan kegiatan penanggulangan kemiskinan dan stunting. (lhm/ra)




