Apresiasi Film Dokumenter Banjir Bandang Tebing Tinggi, Bupati Balangan: Jadi Materi Edukasi Penting

“Film dokumenter Banjir Banjar Tebing Tinggi diharapkan menjadi materi edukasi bagi masyarakat dan generasi penerus agar lebih tangguh dalam menghadapi bencana”

Bupati Balangan, H Abdul Hadi saat pengambilan gambar untuk sambutan film dokumenter Banjir Bandang Tebing Tinggi yang diproduksi BPBD setempat (foto: TABIRkota/mc blg)

PARINGIN (TABIRkota) – Film documenter Banjir Bandang Tebing Tinggi yang diproduksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), dapat menjadi materi edukasi yang penting, ujar Bupati setempat, H Abdul Hadi.

Hal tersebut disampaikan H Abdul Hadi sebagai bentuk apresiasi terhadap film dokumenter tentang kejadian banjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi pada 27 Desember 2025 lalu.

“Film dokumenter Banjir Bandang Tebing Tinggi memiliki nilai penting sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bersama,” ujarnya saat memberi sambutan untuk film dokumenter tersebut di Paringin, ibu kota Balangan, Jumat (31/7) kemarin.

Ia mengatakan, dari setiap anugerah yang Allah berikan, dapat dipetik pelajaran untuk menjadi bekal ke depan, agar semakin pandai bersyukur.

“Setiap bencana yang terjadi merupakan hikmah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, karena itu, dari sebuah bencana, kita dapat memetik pelajaran yang jauh lebih banyak serta jauh lebih penting untuk menjadi bekal ke depan,” katanya.

Melalui hikmah dari bencana yang terjadi, membuat kita mampu mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi, bila harus menghadapi kembali bencana serupa di masa mendatang.

Ia menambahkan, meski film dokumenter tersebut tidak mampu menayangkan kejadian secara utuh dan emosi yang tergambar tidak sebanding dengan emosi yang dirasakan warga saat kejadian, namun langkah mengabadikan peristiwa bencana itu patut diapresiasi.

“Film dokumenter tersebut bukan sekadar dokumentasi, bukan sekadar mengingatkan kita pada kejadian yang telah lampau, tetapi juga menjadi materi penting untuk belajar dan mempersiapkan diri lebih baik lagi ke depannya,” tambahnya.

Pelajaran yang dapat dipetik dari alur cerita film dokumenter tersebut, bukan hanya untuk sekarang, tetapi juga untuk generasi-generasi mendarang, yang terlahir setelah kejadian banjir bandang 27 Desember 2025 di Tebing Tinggi.

Diharapkan, film dokumenter tersebut dapat menjadi materi edukasi bagi masyarakat dan generasi penerus agar lebih tangguh dalam menghadapi bencana. (fer/adv)

Pewarta: M Ferian Sadikin

Journalist | Editor | - Hulu Sungai Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dukung Ekonomi Kreatif, PT Bhumi Rantau Energi Hadirkan UMKM Binaan di Tapin Art Fest

Sen Agu 3 , 2026
"PT BRE tidak hanya berorientasi pada kegiatan usaha, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk tumbuh bersama masyarakat dan pemerintah daerah"

You May Like

TABIRklip