Sinergi Industri dan Kampus, Yayasan Bina Harati Pama – FKIP UPR Gelar Monev Program Guru Muda di Barut

“Program Guru Muda menjadi media bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman lapangan sebagai bagian strategi pengembangan pendidikan berkelanjutan”

Monev Program Guru Muda di SDN Lemo I Barut (foto: TABIRkota/ist)

MUARA TEWEH (TABIRkota) – Yayasan Bina Harati Pama (YBHP) bekerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) peserta Program Guru Muda, sebagai bentuk sinergi antara dunia industri dan kampus.

Menurut Kepala Bidang Operasional YBHP, Yogie Astra Satriya, monev diikuti 15 Guru Muda Angkatan 5 yang tersebar di 13 sekolah binaan YBHP jenjang SD, SMP dan SMA.

“Monitoring dilakukan secara langsung di masing-masing sekolah, menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pembelajaran di lapangan, untuk memastikan bahwa para Guru Muda menjalankan perannya secara optimal, khususnya dalam aspek kompetensi pedagogi dan manajemen kelas,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com, Kamis (7/5).

Selain itu, evaluasi juga mencakup kesiapan perangkat pembelajaran seperti modul ajar dan media ajar, yang menjadi indikator penting dalam mendukung proses belajar mengajar yang efektif.

Dalam pelaksanaannya, para Guru Muda melakukan praktik mengajar di kelas yang disupervisi langsung oleh dosen FKIP UPR, yang setelah sesi pembelajaran, dilakukan diskusi dan tanya jawab sebagai ruang refleksi bersama antara mahasiswa, dosen serta perwakilan sekolah untuk memberikan umpan balik konstruktif.

Yogie Astra Satriya mengatakan, Guru Muda merupakan tindak lanjut dari program magang mahasiswa FKIP UPR yang ditempatkan di sekolah binaan YBHP di Kabupaten Kapuas dan Barito Utara (Barut) selama satu semester.

“Program Guru Muda menjadi media bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di lapangan sebagai bagian dari pengembangan calon guru masa depan, yang dirancang sebagai bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan dalam pilar pendidikan,” katanya.

Ia menambahkan, program tersebut membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di sekolah binaan YBHP, yang diharapkan dapat terus berkesinambungan dan selaras dengan strategi pengembangan CSR di pilar pendidikan.

“Program Guru Muda antara YBHP dan FKIP UPR, menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat antara industri dan perguruan tinggi dapat menjadi solusi konkret dalam menjawab tantangan pendidikan di daerah, dimana tidak hanya memperkuat kapasitas sekolah, tetapi juga mempersiapkan generasi pendidik yang adaptif, inovatif dan siap menghadapi kebutuhan nyata di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Dekan I FKIP UPR, Eli Karliani mengatakan, Program Guru Muda merupakan wujud nyata kolaborasi triple helix antara perguruan tinggi, industri dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah 3T di Kapuas dan Barut.

“Program Guru Muda merupakan wujud kehadiran kampus, industri dan pemerintah secara bersama untuk memberikan dampak nyata kepada masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah dengan berbagai keterbatasan, sebagai bukti kontribusi industri dalam mendukung keberlangsungan pendidikan,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan hasil observasi di lapangan, masih terdapat sekolah yang belum secara optimal mendapatkan pendampingan atau monitoring dari pihak terkait.

“Dalam konteks tersebut, kemitraan antara YBHP dan FKIP UPR menjadi solusi strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga pendidik sekaligus meningkatkan capaian indikator kinerja sekolah,” ujarnya.

Dari sisi pengembangan mahasiswa, program tersebut dinilai memberikan pengalaman praktis yang sangat berharga, dimana para Guru Muda tidak hanya mengaplikasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menghadapi langsung dinamika pembelajaran di lapangan, mulai dari pengelolaan kelas, interaksi dengan siswa dan guru, hingga adaptasi terhadap keterbatasan sarana serta prasarana.

Pengalaman tersebut, membentuk calon guru yang lebih siap, tidak hanya dari sisi kompetensi pedagogik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berkomunikasi dan menghadirkan inovasi dalam pembelajaran.

Salah seorang Guru SDN 3 Lemo I, Desa Lemo I, Kecamatan Teweh Tengah, Edianto menambahkan, kehadiran Guru Muda membawa perspektif baru dalam proses pembelajaran.

“Program Guru Muda menghadirkan ide-ide baru, seperti implementasi pembelajaran berfase untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa serta memperkuat kolaborasi antara guru, siswa, orang tua dan masyarakat,” tambahnya.

YBHP sendiri merupakan lembaga yang fokus pada pengembangan pendidikan di wilayah binaan dengan menghadirkan program-program yang berkelanjutan dan berdampak.

Dalam menjalankan program-programnya, yayasan tersebut dinaungi sejumlah entitas, seperti PT Pamapersada Nusantara, PT Asmin Bara Bronang, PT Telen Orbit Prima, PT Agung Bara Prima, PT Suprabari Mapanindo Mineral, PT Kalimantan Prima Persada, PT United Tractors serta PT Energia Prima Nusantara. (rls/ra)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Like

TABIRklip