
KUALA KAPUAS (TABIRkota) – Camat Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), Novrianto Elyanus Wengkau mengimbau seluruh lapisan masyarakat di 14 desa se-kecamatan setempat, untuk terus menghidupkan dan melestarikan kearifan lokal suku Dayak Ngaju, yakni tradisi Handep Mandirik.
Menurutnya, budaya luhur gotong royong tersebut menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus merawat fasilitas publik di wilayah pedesaan.
“Salah satu implementasi nyata dari tradisi Handep Mandirik adalah aksi gotong royog membersihkan semak belukar, rerumputan, hingga ranting pepohonan yang mulai rimbun dan menutupi ruang pandang di sepanjang ruas jalan antardesa,” ujarnya usai kegiatan gotong royong di Desa Rahung Bungai, Jumat (10/7).
Ia mengatakan, secara filosofis, Handep merupakan sistem gotong royong timbal balik yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur, sedangkan Mandirik adalah aktivitas fisik membabat semak atau menebas hutan secara manual yang biasanya dilakukan saat membuka lahan pertanian atau perkebunan.
"Budaya gotong royong Handep ini memang sejak dulu sudah melekat kuat dalam sendi kehidupan para orang tua kita, begitu pula dengan kegiatan Mandirik yang terus bertahan hingga sekarang, sebagai cara kolektif masyarakat saat membuka lahan untuk bercocok tanam,” katanya.
Ia menambahkan, sangat penting untuk dapat menjaga kearifan lokal tersebut agar tidak tergerus oleh derasnya arus modernisasi dan kemajuan zaman.
“Aksi berkumpul membersihkan fasilitas umum bukan sekadar urusan kebersihan lingkungan semata, melainkan medium perekat sosial yang sangat efektif,” tambahnya.
Melalui tradisi Handep Mandirik, tidak hanya mendapatkan lingkungan yang bersih dan indah, tetapi juga mampu mempererat rasa kebersamaan, memperkokoh persatuan serta mempertebal rasa persaudaraan antarwarga.
Pihak Kecamatan Kapuas Hulu berharap, para kepala desa di 14 wilayah kecamatan tersebut, dapat menjadi motor penggerak utama.
Diharapkan, pemerintah desa dapat mengagendakan kegiatan gotong royong Handep Mandirik secara berkala, demi mewujudkan kawasan pedesaan yang sehat, aman bagi pengguna jalan dan asri dipandang mata. (yul/ra)




