
KUALA KAPUAS (TABIRkota) – Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), HM Wiyatno menyerahkan bantuan untuk para korban kebakaran dan puting beliung di lima kecamatan, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terkena musibah.
Bantuan diserahkan HM Wiyatno didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas, Usis I Sangkai dan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Pengeran S Pandingan di halaman Kantor BPBD Kapuas, Kuala Kapuas, Senin (4/5).
Menurut HM Wiyatno, bantuan yang disalurkan kali ini berupa uang tunai kepada para korban musibah kebakaran dan puting beliung yang berjumlah 31 orang.
"Semoga bantuan sekedarnya ini bisa dipergunakan sebaik mungkin," ujarnya.
Kepada masyarakat, katanya, diimbau untuk lebih berhati-hati, mengingat saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau.
“Musim kemarau, tingkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap musibah kebakaran, baik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun pemukiman,” katanya.
Sementara itu, Kalak BPBD Kapuas, Pangeran S Pandiangan mengatakan, bantuan uang tunai yang diserahkan besarannya bervariasi.
“Besaran bantuan bervariasi, tergantung kondisi rumah seperti rusak berat mendapatkan bantuan senilai Rp30 juta, Rp10 juta untuk yang rusak ringan dan Rp5 juta untuk rumah yang rusak sedang,” katanya.
Penerima bantuan masing-masing korban angin puting beliung di Desa Beranggau, Kecamatan Kapuas Hulu, korban kebakaran di Terusan Raya Barat dan Kelurahan Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh yang mengakibatkan delapan unit rumah rusak berat, sedang serta ringan.
Kemudian untuk korban kebakaran di Lawang Kamah, Timpah yang mengakibatkan sembilan unit rumah mengalami rusak berat, sedang dan ringan serta kebakaran di Kelurahan Selat Tengah, Selat, yang mengakibatkan lima unit rumah mengalami rusak berat, sedang dan ringan.
Selanjutnya, bantuan diserahkan pula kepada korban kebakaran di Batuah, Basarang, yang mengakibatkan tiga unit rumah mengalami rusak berat.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas telah pula menyalurkan bantuan paket sembako dan peralatan dapur untuk para korban, segera setelah musibah terjadi. (yul/ra)




