
BARABAI (TABIRkota) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Sekolah Dasar (SD) sebagai sarana melestarikan “basa” atau bahasa Banjar, di Eks SMPN 10 HST, Arba (26/8).
Bupati HST, Samsul Rizal melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syahruli mengatakan, festival tersebut memiliki arti penting sebagai jati diri “urang” Banjar.
“Di era digital, bahasa dan budaya menjadi tantangan yang kompleks, sehingga memengaruhi cara generasi muda bersosial,” katanya.
Karena itu, ujarnya, semua pihak perlu terus menghidupkan kepedulian terhadap bahasa dan budaya, salah satunya dengan menggelar festival tersebut.
“Festival tersebut dapat membuka ruang bagi peserta didik untuk mengenal, belajar, memakai dan mengembangkan kemampuan berbahasa Banjar,” ujarnya.
FTBI merupakan bagian dari program revitalisasi bahasa daerah yang didukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Kepala Disdik HST, Muhammad Anhar menambahkan, peserta FTBI yang berlomba di kabupaten adalah hasil dari seleksi masing-masing kecamatan.
“Bahasa Banjar adalah jati diri dan warisan kita “urang” Barabai, jadi anak-anak kita harus bangga menggunakan bahasa tersebut,” tambahnya.
FTBI diikuti oleh 110 peserta didik jenjang SD dan 108 jenjang SMP dengan berbagai kategori lomba yang seluruhnya menggunakan “basa Banjar”.
Diharapkan peserta didik dapat melestarikan dan percaya diri menggunakan “basa Banjar” di tengah perkembangan zaman. (fer)
“Di era digital, bahasa dan budaya menjadi tantangan yang kompleks, sehingga memengaruhi cara generasi muda bersosial”
Selengkapnya baca di; Lestarikan “Basa Banjar”, Pemkab HST Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu
BARABAI (TABIRkota) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Sekolah Dasar (SD) sebagai sarana melestarikan “basa” atau bahasa Banjar, di Eks SMPN 10 HST, Arba (26/8).
Bupati HST, Samsul Rizal melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syahruli mengatakan, festival tersebut memiliki arti penting sebagai jati diri “urang” Banjar.
“Di era digital, bahasa dan budaya menjadi tantangan yang kompleks, sehingga memengaruhi cara generasi muda bersosial,” katanya.
Karena itu, ujarnya, semua pihak perlu terus menghidupkan kepedulian terhadap bahasa dan budaya, salah satunya dengan menggelar festival tersebut.
“Festival tersebut dapat membuka ruang bagi peserta didik untuk mengenal, belajar, memakai dan mengembangkan kemampuan berbahasa Banjar,” ujarnya.
FTBI merupakan bagian dari program revitalisasi bahasa daerah yang didukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Kepala Disdik HST, Muhammad Anhar menambahkan, peserta FTBI yang berlomba di kabupaten adalah hasil dari seleksi masing-masing kecamatan.
“Bahasa Banjar adalah jati diri dan warisan kita “urang” Barabai, jadi anak-anak kita harus bangga menggunakan bahasa tersebut,” tambahnya.
FTBI diikuti oleh 110 peserta didik jenjang SD dan 108 jenjang SMP dengan berbagai kategori lomba yang seluruhnya menggunakan “basa Banjar”.
Diharapkan peserta didik dapat melestarikan dan percaya diri menggunakan “basa Banjar” di tengah perkembangan zaman. (fer)



