
BUNTOK (TABIRkota) – Acara Adat Wara di Desa Lembeng, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), berubah menjadi mencekam pada Ahad (12/7) sekitar pukul 12.00 WIB.
Seorang pemuda berinisial BW (29) nekat “menghujani” sepupunya sendiri, L (43), dengan tusukan sebilah senjata tajam jenis badik di tengah kerumunan warga.
Aksi penganiayaan berat tersebut, diduga dipicu rasa sakit hati pelaku karena menganggap korban telah memperlakukan orang tuanya secara kasar.
Akibat serangan brutal tersebut, korban L harus dilarikan ke RS Jarage Sasameh Buntok setelah mengalami lima hingga enam luka tusukan di tubuhnya.
Berdasarkan keterangan yang diterima TABIRkota.com, disebutkan peristiwa berdarah tersebut bermula saat korban sedang asyik menonton Acara Adat Wara.
Pelaku BW kemudian datang menghampiri korban untuk menanyakan permasalahan antara korban dengan ayah pelaku yang berujung pada cekcok mulut.
Situasi kian tak terkendali saat BW mendorong korban dan langsung mencabut sebilah badik.
Korban sempat berusaha menyelamatkan diri, namun pelaku terus mengejarnya sejauh kurang lebih 100 meter hingga korban terjatuh dan menusuknya berkali-kali sebelum akhirnya dilerai oleh warga sekitar.
Beruntung, seorang anggota Bhabinkamtibmas yang sedang bersiaga di acara adat tersebut, bersama warga langsung bergerak cepat menyergap pelaku.
Unit Reskrim Polsek Dusun Selatan dan Unit Resmob Polres Barsel yang menerima laporan segera mengamankan BW ke Mapolsek Dusun Selatan demi menghindari amuk massa.
Dari tangan pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa sebilah badik besi bergagang kayu sepanjang 27 sentimeter, kumpang badik dari kertas terlilit lakban serta pakaian korban yang robek dan bernoda darah.
Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, mengajukan permohonan visum dan memeriksa para saksi guna proses hukum lebih lanjut. (mad/ra)



