
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Bupati Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), H Shalahuddin melaksanakan peninjauan proyek infrastruktur dan fasilitas publik untuk memastikan program pembangunan berjalan tepat waktu, sesuai target serta segera memberi manfaat bagi masyarakat.
Peninjauan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barut tersebut, dilaksanakan di beberapa proyek infrastruktur seperti pembangunan waterfront city (WFC), turap, Jembatan Lemo dan fasilitas publik seperti lokasi pelaksanaan Batara Expo dan kesiapan Mal Pelayanan Publik, Kamis (4/6).
Menurut H Shalahuddin, pembangunan yang dilakukan hari ini merupakan warisan untuk kesejahteraan masyarakat Barito Utara esok hari.
“Karena itu, pengerjaan proyek pembangunan harus dilaksanakan dengan komitmen penuh tanpa menunda-nunda,” ujarnya.
Seluruh Kepala Dinas dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), katanya, agar melaksanakan pengawasan secara berkala di lapangan.
"Jangan hanya menerima laporan di balik meja dan bila ditemukan kendala teknis, segera koordinasikan serta cari solusinya bersama,” katanya.
Kegiatan peninjauan dimulai dari kawasan Waterfront City (WFC) Perkimtan Lanjas dan WFC Pendopo, selanjutnya pemeriksaan progres pembangunan turap di Karang Jawa, dilanjutkan dengan meninjau rencana lokasi pelaksanaan Batara Expo, untuk kemudian melihat kesiapan MPP serta ditutup dengan meninjau progres pembangunan Jembatan Lemo.
Terkait dengan kualitas dan ketepatan Waktu WFC serta Turap Karang Jawa, Bupati menekankan harus mengutamakan kualitas struktur yang kokoh, karena berdampak langsung pada estetika kota dan penahan abrasi.
Bupati juga meminta rencana lokasi Batara Expo di area halaman kantor Sekretariat Daerah (Setda) setempat, harus dipersiapkan secara matang, mulai dari tata letak, aksesibilitas pengunjung, hingga fasilitas pendukung karena event tersebut akan menjadi motor penggerak ekonomi UMKM lokal.
Untuk kenyamanan dan integrasi layanan MPP, Bupati memerintahkan agar segera dirampungkan dengan standar kenyamanan yang tinggi dengan fokus utama memangkas birokrasi, sehingga masyarakat bisa mengurus segala keperluan administratif di satu tempat dengan cepat serta nyaman.
Sementara untuk aksesibilitas dan keamanan Jembatan Lemo, Bupati mengingatkan bahwa sebagai urat nadi konektivitas yang krusial, pengerjaan jembatan harus dipercepat dengan tetap mematuhi standar keselamatan kerja (K3), agar mobilitas warga dan logistik bisa segera berjalan lancar. (ded/ra)




