
KOTABARU (TABIRkota) – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir kecelakaan pelayaran akibat tabrakan antara kapal nelayan dan kapal penumpang di perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (20/6).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana mengatakan, dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan ditutup.
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menyampaikan bahwa dengan ditemukannya korban terakhir, seluruh korban dalam kecelakaan pelayaran tersebut telah berhasil terdata dan dievakuasi.
"Korban terakhir berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada hari ketiga operasi pencarian,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com, Sabtu (20/6).
Basarnas Banjarmasin, katanya, mengapresiasi kerja sama seluruh unsur SAR dan masyarakat yang telah membantu selama proses pencarian.
“Berdasarkan data akhir operasi SAR, jumlah korban dalam kecelakaan tersebut sebanyak tujuh orang, dengan rincian lima orang selamat dan dua orang meninggal dunia serta tidak terdapat korban yang masih dinyatakan hilang,” katanya.
Insiden tabrakan tersebut pertama kali dilaporkan pada 17 Juni oleh Kanit Reskrim Polsek Pulau Laut Selatan, Aiptu Sutrisno.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan segera melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan dengan melibatkan berbagai unsur, antara lain Rescue Pos SAR Kotabaru, Lanal Kotabaru, Polair Kotabaru, Polsek Sebuku, BPBD Kotabaru, serta nelayan setempat.
Operasi pencarian didukung sejumlah peralatan dan sarana, seperti Rigid Inflatable Boat (RIB), Rescue Car, peralatan komunikasi, peralatan water rescue, peralatan selam, perangkat Starlink, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Selama pelaksanaan operasi, tim melakukan penyisiran di area pencarian melalui jalur laut dan pesisir pantai.
Cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu kendala yang dihadapi di lapangan, namun tidak mengurangi upaya maksimal seluruh unsur SAR dalam menemukan korban.
Hingga akhirnya, Sabtu sekitar pukul 17.08 WITA, korban terakhir atas nama Gilang (23), warga Perumnas Hilir Batu Selira, Desa Hilir Muara RT 08, Kecamatan Pulau Laut Sigam, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, terdampar di kawasan pesisir pantai.
Setelah pelaksanaan debriefing pada pukul 18.00 WITA, operasi SAR secara resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Kepada seluruh pengguna jasa transportasi laut diimbau agar selalu mengutamakan keselamatan pelayaran, memperhatikan kondisi cuaca, serta memastikan kelengkapan alat keselamatan sebelum berlayar guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (rls/ra)




