Gelar RUPS, Indocement Setujui Pembagian Dividen Rp1,54 Triliun

“Sekitar Rp1,53 triliun dialokasikan untuk dividen tunai kepada para pemegang saham, sementara sisanya dibukukan sebagai laba ditahan”

RUPST PT Indocement menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp1,54 triliun (foto: TABIRkota/dok)

JAKARTA (TABIRkota) – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp1,54 triliun atau setara Rp468 per lembar saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Kamis (21/5) kemarin.

Menurut Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya, keputusan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam RUPST Tahun Buku 2025 yang menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan sebesar Rp2,24 triliun.

“Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1,53 triliun dialokasikan untuk dividen tunai kepada para pemegang saham, sementara sisanya dibukukan sebagai laba ditahan,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com di Banjarbaru, ibu kota Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (22/5).

Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah investor yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 5 Juni mendatang dan pembayaran dividen dijadwalkan mulai dilakukan pada 19 Juni mendatang.

Selain menyetujui pembagian dividen, katanya, RUPST juga menetapkan sejumlah perubahan penting dalam jajaran pengurus Perseroan, dimana pemegang saham kembali menunjuk Roberto Callieri sebagai Komisaris Utama Indocement.

“Rapat juga menerima pengunduran diri Hasan Imer dari jabatan Direktur Perseroan dan sebagai penggantinya, Benny Setiawan Santoso ditunjuk untuk melanjutkan sisa masa jabatan Hasan Imer,” katanya.

Sementara itu, Jose Maria Magrina Vadillo ditetapkan sebagai Wakil Direktur Utama Perseroan yang efektif menjabat mulai 1 September mendatang.

Dalam agenda RUPS Luar Biasa, tambahnya, pemegang saham turut menyetujui aksi korporasi berupa penarikan kembali sebagian saham hasil buyback tahun 2021 dan 2022 melalui pengurangan modal sebanyak 84,5 juta lembar saham.

“Perseroan juga mendapat persetujuan untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp750 miliar yang akan berlangsung mulai 22 Mei 2026 hingga 21 Mei 2027 mendatang,” tambahnya

Inducement merupakan salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, yang saat ini mengoperasikan 14 pabrik dengan total kapasitas produksi tahunan mencapai 33,5 juta ton semen.

Inducement memproduksi berbagai merek terkenal seperti Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, hingga Semen Grobogan. (rls/ra)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sepakati HET Minyakita, Pemkab HST Gelar FGD bersama Pedagang dan Mitra Bulog

Jum Mei 22 , 2026
“Pengecer wajib menjual Minyakita ke konsumen dengan harga HET Rp15.700 sesuai Peraturan Menteri Perdagangan”

You May Like

TABIRklip