Evakuasi Empat ABK dari Manhole Kapal di Sungai Tunjang Batola, Tim SAR Gabungan Lakukan Confined Space Rescue

“Satu korban berhasil dievakuasi lebih awal dalam kondisi meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih berada di bawah tangga manhole”

Tim SAR Gabungan melakukan confined space rescue untuk mengevakuasi empat ABK yang terjebak di dalam manhole (foto: TABIRkota/hms sar bjm)

MARABAHAN (TABIRkota) – Tim SAR Gabungan melakukan confined space rescue atau penyelamatan di ruang terbatas untuk mengevakuasi empat Anak Buah Kapal (ABK) Tug Boat (TB) Samudra Jaya 1 yang terjebak di dalam manhole atau ruang terbatas di kapal yang sedang berada di wilayah Sungai Tunjang, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel), Arba (6/5) sore.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin, I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan, informasi awal diterima Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 17.20 WITA personel Ditpolair Polda Kalsel, Bripka Priyo.

“Berdasarkan laporan, insiden terjadi sekitar pukul 14.00 WITA di kapal tongkang BG Samudra Jaya 2 yang berada di kawasan Sungai Tunjang,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com.

Kejadian bermula saat empat kru kapal TB Samudra Jaya 1 melakukan pemeriksaan keberadaan air di dalam manhole kapal.

Setelah penutup manhole dibuka, kapten kapal turun lebih dahulu ke dalam ruang tersebut, namun diduga mengalami insiden hingga terjatuh.

Tiga kru lainnya kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan turun ke dalam manhole, namun turut mengalami kejadian serupa.

I Putu Sudayana mengatakan, satu korban sempat berhasil dievakuasi lebih awal dalam kondisi meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih berada di bawah tangga manhole saat laporan diterima.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 17.40 WITA Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan satu tim rescue berjumlah 10 personel menuju lokasi kejadian menggunakan dua unit rescue car, yang diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 19.15 WITA untuk melaksanakan proses evakuasi,” katanya.

Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur gabungan, diantaranya Tim Rescue Kantor SAR Banjarmasin, Ditpolair Polda Kalimantan Selatan, Polair Polres Barito Kuala, Polsek Cerbon, TNI AL Banjarmasin, Karantina serta KSOP Sungai Puting.

Peralatan yang digunakan dalam operasi tersebut meliputi rescue car, rubber boat, peralatan mountaineering, Self Contained Breathing Apparatus (SCBA), gas detector dan perlengkapan pendukung lainnya.

I Putu Sudayana menambahkan, penggunaan peralatan khusus dilakukan mengingat lokasi korban berada di ruang terbatas dengan potensi kandungan gas berbahaya dan minim oksigen.

“Proses evakuasi dilakukan dengan prosedur keselamatan ketat guna menghindari adanya korban tambahan, dengan peralatan khusus confined space rescue,” tambahnya.

Dugaan awal, insiden berkaitan dengan kondisi ruang tertutup yang berpotensi mengandung gas berbahaya atau kadar oksigen rendah, karena itu prioritas pertama adalah memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terukur.

Kepada seluruh operator kapal dan awak kapal diimbau agar selalu menerapkan standar keselamatan kerja, saat melakukan pemeriksaan pada ruang terbatas.

Pemeriksaan ruang tertutup disarankan wajib didahului pengecekan kadar gas dan oksigen menggunakan alat deteksi, serta penggunaan APD yang sesuai untuk mencegah kejadian serupa.

Hingga berita ini diturunkan, proses operasi SAR masih berlangsung di lokasi kejadian dengan kondisi cuaca cerah dan pemantauan terus dilakukan oleh tim gabungan. (rls/ra)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

536 Sopir Truk Hadiri Rakor, Pemkab HST Bagi Tiga Zona Distribusi Solar

Rab Mei 6 , 2026
“Pembagian zona dilakukan agar memudahkan proses distribusi dan mengurai antrean solar di SPBU”

You May Like

TABIRklip