Antrian BBM di Buntok Barsel “Mengular”, Pemkab Sidak SPBU dan Evaluasi Distribusi

“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, hampir seluruh SPBU di Buntok mengalami pembatasan pasokan BBM dari pihak Pertamina”

Pemkab Barsel lakukan sidak di sejumlah SPBU di Kota Buntok untuk mencari solusi terkait masalah BBM (foto: TABIRkota/akhmad madani)

BUNTOK (TABIRkota) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) setempat, melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan evaluasi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Buntok, Jumat (17/4).

Menurut Kepala Disdagkop Barsel, Harmito, sidak dan evaluasi dilakukan menyusul kondisi kelangkaan BBM di sejumlah SPBU yang menyebabkan antrian panjang “mengular” serta kenaikan harga di tingkat pengecer.

“Sidak menyasar beberapa titik, di antaranya SPBU Jalan Pahlawan, SPBU Sababilah dan SPBU Pamait, yang selama beberapa hari terakhir mengalami lonjakan antrean kendaraan,” ujarnya di Buntok, ibu kota Barsel, Sabtu (18/4).

Ia mengatakan, sidak dilaksanakan untuk mengetahui secara langsung penyebab antrean panjang dan sering tutupnya SPBU lebih cepat dari biasanya.

“Sidak dan evaluasi dilaksankaan untuk memastikan stok BBM serta distribusinya kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, hampir seluruh SPBU di Buntok mengalami pembatasan pasokan BBM dari pihak Pertamina.

Ia menambahkan, pada setiap pengiriman, SPBU hanya mendapat 8.000 liter dari kapasitas 16.000 liter, sehingga dengan banyaknya antrean stok cepat habis, bahkan sebelum siang.

“Hasil sidak kita koordinasikan dengan Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) dan hasilnya akan segera dibahas untuk mencari solusi terbaik, termasuk masalah harga BBM di tingkat pengecer,” tambahnya.

Kepada pihak SPBU, diimbau agar dapat mendistribusikan BBM secara bijak kepada masyarakat.

Sementara itu, Pengelola SPBU Sababilah Buntok, Visal mengatakan, kondisi antrean yang “mengular” bukan disebabkan kelangkaan akibat isu kenaikan harga BBM.

“Minyak yang kita terima hanya setengah dari kapasitas tangka, yaitu 8.000 liter, sehingga dengan banyaknya antrean kerap belum setengah hari sudah habis,” katanya.

Sidak diharapkan dapat memberikan solusi cepat terhadap persoalan antrean panjang serta menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat Barsel.

Langkah sidak juga menjadi bentuk pengawasan pemerintah daerah, agar distribusi BBM tetap terkendali dan tidak merugikan masyarakat. (mad/ra)

Pewarta: Akhmad Madani

Journalist - Barito Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BBM Eceran di Buntok Barsel Melonjak, Pemkab Keluarkan Edaran Pengendalian Harga

Sab Apr 18 , 2026
"Harga eceran maksimal ditetapkan Rp13ribu per liter untuk jenis Pertalite serta Rp15 ribu per liter untuk jenis Pertamax di wilayah Kota Buntok dan sekitarnya"

You May Like

TABIRklip