
PARINGIN (TABIRkota) – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah (Setda) Balangan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), Aidinnor berharap, Rumah Panggung Evakuasi Aman Bencana Berbasis Kemitraan atau Bapangku Bamitra dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
Harapan tersebut disampaikan Aidinnor saat mewakili Bupati Balangan, H Abdul Hadi meresmikan Bapangku Bamitra yang yang dibangun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat di Desa Papuyuan, Kecamatan Lampihong, Arba (8/7).
Menurutnya, Bapangku Bamitra merupakan inovasi tepat dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan mengapresiasi inovasi BPBD dalam menghadirkan rumah panggung evakuasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat,” ujarnya.
Kepada pambakal (kepala desa) dan camat, katanya, agar terus memberikan pembinaan dan arahan kepada masyarakat, agar rumah panggung tersebut dapat difungsikan secara maksimal.
"Sehingga, rumah panggung yang dibangun dapat memberikan manfaat sebaik-baiknya, sesuai dengan tujuan pembangunannya," katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Balangan, Rahmi mengatakan, Bapangku Bamitra merupakan inovasi BPBD yang dikembangkan untuk mendukung kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat sekaligus mendukung inovasi daerah.
"Melalui inovasi Bapangku Bamitra, BPBD Balangan ingin memperkuat kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat agar lebih tangguh dalam menghadapi bencana berbasis kemitraan," katanya.
Ia menambahkan, rumah panggung evakuasi dibangun dengan skala tertentu dan diprioritaskan bagi lima kelompok rentan, yakni ibu hamil, balita, orang sakit, lanjut usia, dan anak-anak.
“Selain sebagai tempat evakuasi, bangunan tersebut juga difungsikan sebagai posko komando di tingkat desa, posko kesehatan, serta dapur umum saat terjadi bencana,” tambahnya.
Melalui kehadiran Bapangku Bamitra tersebut, diharapkan ketangguhan serta kesadaran masyarakat, khususnya di Papuyuan, dalam memitigasi potensi bencana semakin meningkat secara berkelanjutan.
Selain itu, keberadaan Bapangku Bamitra diharapkan juga menjadi pusat komando dan perlindungan yang aman, terutama bagi kelompok rentan, saat menghadapi situasi darurat bencana. (adv)




