
RANTAU (TABIRkota) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin bersama PT Bhumi Rantau Energi mengembangkan peternakan sapi dengan membangun Kampung Ternak dan Rumah Kesehatan Hewan di Desa Lokpaikat, Kecamatan Lokpaikat, dalam upaya memperkuat ketahanan pangan.
Peresmian fasilitas Kampung Ternak yang disertai penyaluran bantuan 20 ekor sapi indukan tersebut, telah dilaksanakan di Lokpaikat, Selasa (1/9) lalu.
Bupati Tapin, H Yamani melalui Kepala Dinas Pertanian setempat, Triasmoro mengatakan, keberadaan Rumah Kesehatan Hewan menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas ternak.
“Fasilitas tersebut memungkinkan pelayanan kesehatan hewan lebih dekat dengan kawasan peternakan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, rumah kesehatan hewan dan pendopo tersebut, merupakan yang pertama dibangun perusahaan di Tapin.
“Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta diperlukan untuk mengembangkan peternakan rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan sapi indukan harus dikelola secara optimal agar tidak sekadar menjadi bantuan awal, tetapi berkembang menjadi sumber penghasilan masyarakat.
“Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan dan mengelola fasilitas serta bantuan yang diberikan dengan optimal, agar dapat menggerakkan perekonomian warga sekaligus memperkuat kemandirian pangan di Tapin,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Teknik Tambang PT Bhumi Rantau Energi, Rio Arifan Chandra mengatakan, pembangunan fasilitas dan bantuan ternak merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung ketahanan pangan, khususnya penyediaan daging sapi.
“Selain pendopo Kampung Ternak dan Rumah Kesehatan Hewan, kami memberikan 20 ekor sapi indukan yang dikelola warga,” katanya.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak berhenti pada penyediaan ternak, dimana masyarakat didorong untuk dapat mengembangkan populasi sapi melalui pembibitan sehingga program dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
“Kita berharap, Lokpaikat berkembang menjadi salah satu sentra peternakan sapi di Tapin, khususnya di wilayah kecamatan setempat,” ujarnya.
Pengembangan Kampung Ternak Lokpaikat diharapkan dapat membentuk ekosistem peternakan yang lebih terintegrasi, mulai dari pembibitan, pemeliharaan, hingga layanan kesehatan hewan.
Dalam jangka panjang, program tersebut diharapkan meningkatkan populasi sapi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. (ati/ra)



