
BARABAI (TABIRkota) — Zuriat Datu Taruna, di Desa Barikin, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan tradisi badudus panupingan (bamandi-mandi atau penobatan penari topeng), Senin (31/8).
Salah satu zuriat Datu Taruna, Lupi Anderiani mengatakan, tari topeng di Barikin merupakan tarian klasik sangat sakral yang tidak boleh ditampilkan sembarangan.
“Penari topeng adalah penari istana yang memiliki hak istimewa menari di hadapan raja, hari-hari besar serta upacara adat, seperti manyanggar banua,” katanya.
Tari topeng tersebut, ujarnya, adalah warisan Datu Taruna dan hanya garis keturunannya yang dapat menarikannya.
“Badudus kali ini merupakan bentuk pelestarian dan meneruskan amanah dari padatuan, agar tari topeng selalu memiliki penerus dari garis keturunan Datu Taruna,” ujarnya.
Datu Taruna merupakan pelatih karawitan pada masa Kerajaan Negara Dipa hingga Kerajaan Daha abad sekitar ke-14 silam.
Penari topeng biasanya memakai topeng berbagai tokoh, seperti Ranggajiwa, Pamindu, Patih, Antul, Ambam, Kelana, Panambi, Panji dan Tumenggung.
Dari masing-masing karakter topeng tersebut, gerak tari yang dimainkan juga berbeda menyesuaikan tokoh yang tergambarkan pada topeng. (fer)



