
BANJARMASIN (TABIRkota) – Kompetisi Piala Soeratin U-15 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menuai protes dari tim HAUS Soccer Banjarmasin yang mempertanyakan keabsahan Tim Junior 2000 yang sebelumnya sudah dinyatakan tersisih pada kompetisi tingkat Kota Banjarmasin.
Protes disampaikan tim HAUS Soccer saat laga grand final Piala Soeratin U-15 Kalsel yang berlangsung di Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Ahad (30/8) lalu.
Saat itu, pertandingan mempertemukan HAUS Soccer dengan Junior 2000 yang pada 2 x 45 menit, kedua tim bermain imbang tanpa gol, namun kemudian Junior 2000 berhasil memenangkan laga setelah unggul 5 – 4 melalui adu penalti.
Menurut Pelatih HAUS Soccer Banjarmasin U-15, Indra Syafrudin, jauh hari sebelum bergulirnya babak 8 besar tingkat provinsi, pihaknya sudah secara lisan menyampaikan ke official BKS, akan melakukan protes apabila bertemu BKS yang menggunakan Akun SIA PSSI.
“Saat akan mulai di pertandingan final, HAUS Soccer melayangkan surat keberatan dan protes kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Kalsel,” ujarnya.
Ia mengatakan, keberatan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan hasil pertandingan final, namun pihaknya juga mempertanyakan status Junior 2000 yang menurutnya telah tersingkir pada kompetisi tingkat Kota Banjarmasin.
“Terlepas dari hasil menang atau kalah, kenapa nama Junior 2000 yang sudah kalah di penyisihan tingkat Kota Banjarmasin, bisa bermain lagi di tingkat provinsi,” katanya.
Berdasarkan laporan tertulis kompetisi tingkat Kota Banjarmasin ke tingkat provinsi , HAUS Soccer keluar sebagai juara, sedangkan Bintang Kalimantan Sukses (BKS) menjadi runner-up.
Kedua tim tersebut kemudian berhak mewakili Kota Banjarmasin pada kompetisi Piala Soeratin U-15 tingkat provinsi.
Indra Syafrudin menambahkan, yang menjadi persoalan kemudian adalah, saat bertemu di grand final tingkat provinsi, pemain yang merupakan pemain BKS justru tampil menggunakan nama Junior 2000.
“Setiap tim yang mengikuti kompetisi harus memenuhi persyaratan administrasi dan terdaftar dalam Sistem Informasi dan Administrasi (SIA) PSSI dan HAUS Soccer telah memenuhi ketentuan tersebut,” tambahnya.
Diduga, terdapat penggunaan akun atau identitas tim Junior 2000 oleh BKS dalam kompetisi tingkat provinsi dan persoalan tersebut kini telah diserahkan kepada Komdis PSSI untuk diperiksa serta diputuskan sesuai regulasi.
Sementara itu, salah seorang panitia Piala Soeratin U-15 tingkat Kota Banjarmasin membenarkan bahwa Junior 2000 tidak lolos dari kompetisi tingkat kota.
Dimana pada pertandingan final tingkat Kota Banjarmasin, mempertemukan HAUS Soccer dengan BKS yang dimenangkan tim HAUS Soccer.
Terpisah, Sekretaris PSSI Kalsel, Baktiansyah yang ditemui di sela pertandingan final Piala Soeratin U-15 di Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari, menanggapi singkat mengenai protes tersebut.
“Silakan saja ajukan protes,” katanya.
Proses pemeriksaan dan keputusan Komdis PSSI nantinya diharapkan dapat menjelaskan status keikutsertaan Junior 2000 serta memastikan pelaksanaan kompetisi berjalan sesuai regulasi yang berlaku. (ra)



