
MARTAPURA (TABIRkota) – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Sungai Desa Rantau Nangka, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), resmi dihentikan setelah korban belum juga ditemukan setelah memasuki hari ketiga pencarian, Kamis (11/6).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana mengatakan, keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur SAR yang terlibat serta pihak keluarga korban.
“Meski pencarian telah dilakukan secara intensif dan terkoordinasi, hingga Kamis (11/6) pukul 18.00 WITA, korban belum berhasil ditemukan,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com.
Setelah dilakukan evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat, perangkat desa, kepolisian, serta keluarga korban, disepakati bahwa operasi SAR dihentikan serta dilanjutkan dengan pemantauan dan apabila ditemukan tanda-tanda korban, operasi SAR dapat dibuka kembali.
Menurutnya, seluruh upaya pencarian telah dilaksanakan secara maksimal sesuai prosedur operasi SAR yang berlaku.
“Selama tiga hari pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan telah melakukan berbagai metode pencarian di area yang diperkirakan menjadi lokasi korban tenggelam,” ujarnya.
Korban diketahui berinisial NBA (50), warga Rantau Nangka dilaporkan hilang setelah terpeleset ke sungai saat mencari rebung bambu pada 9 Juni lalu.
Pada hari ketiga operasi, Tim SAR Gabungan memulai kegiatan dengan melaksanakan briefing pada pukul 07.00 WITA guna menentukan metode pencarian yang dinilai paling efektif dan efisien.
Selanjutnya, pada pukul 07.15 WITA, tim melakukan penyisiran di area pencarian sepanjang kurang lebih empat kilometer dengan membagi personel menjadi dua regu pencarian.
Operasi SAR melibatkan personel dari Basarnas Banjarmasin, Unit Siaga SAR Tapin, Polsek Sungai Pinang, BPBD Tapin, TRT Tapin, serta dukungan keluarga korban dan warga setempat.
Dalam pelaksanaannya, tim didukung berbagai peralatan SAR, di antaranya rubber boat, peralatan water rescue, peralatan selam, Aqua Eye, perangkat komunikasi, dan sarana pendukung lainnya.
I Putu Sudayana menambahkan, Basarnas Banjarmasin mengapresiasi seluruh personel dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian.
“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan, terutama di sungai yang memiliki arus dan kondisi yang berpotensi membahayakan,”
tambahnya.
Setelah pelaksanaan debriefing penutupan operasi pada pukul 18.10 WITA, seluruh unsur SAR kembali ke satuan masing-masing.
Dengan berakhirnya operasi SAR tersebut, pemantauan terhadap kemungkinan ditemukannya korban tetap dilakukan oleh pihak terkait bersama warga setempat. (rls/ra)




