
TANJUNG (TABIRkota) – Bupati Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), H Muhammad Noor Rifani meminta seluruh perangkat daerah setempat, agar mengintegrasikan dan memasukkan indikator Kota Layak Anak (KLA) ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran.
Hal tersebut disampaikan H Muhammad Noor Rifani saat membuka Rapat Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) yang diinisiasi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) setempat di Pendopo Bersinar, Pambataan Tanjung, Kamis (5/3).
Menurutnya, pengintegrasian indikator KLA harus dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran, mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis (Renstra) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga RKA tahunan.
“Rapat gugus tugas merupakan agenda penting untuk mengevaluasi capaian KLA dan rencana aksi daerah (RAD) KLA,” ujarnya.
Agenda rapat gugus, katanya, menjadi momentum strategis untuk menilai secara objektif capaian kinerja yang telah dilaksanakan masing-masing perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.
“Penguatan perlindungan anak harus mengedepankan pencegahan, tidak hanya penanganan kasus, dengan memperkuat peran kecamatan, kelurahan dan desa sebagai ujung tombak pelaksanaan KLA yang didukung anggaran memadai,” katanya.
Dalam rapat tersebut, Bupati menekankan pentingnya realisasi Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok, serta pengembangan ruang terbuka hijau dan berbagai fasilitas publik agar benar-benar ramah anak sesuai ketentuan Kementerian PPPA.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3AP2KB Tabalong, H Syam’ani mengatakan, rapat gugus tugas dilaksanakan untuk menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan, terkait pelaksanaan evaluasi KLA 2026.
“Penting bagi kita semua untuk mengevaluasi rapor atau hasil evaluasi KLA 2025 yang lalu, serta membangun komitmen bersama dalam upaya peningkatan di tahun berikutnya,” katanya.
Rapat gugus merupakan tahapan penting untuk memastikan peran dan tugas masing-masing dalam pemenuhan seluruh indikator evaluasi KLA.
Diharapkan, dengan dukungan penuh semua pemangku kepentingan terhadap evaluasi KLA, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong dapat kembali mencapai tingkat Nindya. (lhm/ra)




