
RANTAU (TABIRkota) – Tokoh agama di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Ustadz Achmad Sibawaihi Siraj mengimbau masyarakat setempat untuk menjaga kondusivitas dan bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Menurut pengasuh Majelis Ta’lim Raudhaturrahmah Rantau tersebut, derasnya arus informasi di era digital saat ini, berpotensi menyebabkan kesalahpahaman apabila masyarakat tidak cermat memverifikasi kebenaran suatu kabar.
“Masyarakat jangan mudah percaya ataupun terpancing isu yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya di Rantau, ibu kota Tapin, Senin (25/5).
Berbagai isu di media sosial, katanya, apabila disebarkan tanpa memastikan validitas sumber informasi, berpotensi memicu keresahan di masyarakat.
"Momentum Idul Adha seharusnya menjadi sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat, bukan malah menyebarkan informasi yang dapat memecah belah," katanya.
Ia menambahkan, masyarakat agar turut berperan menjaga keamanan dan ketertiban dengan membiasakan menyaring informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
“Kewajiban kita bersama adalah menjaga keamanan dan ketertiban dengan menyaring setiap informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya kepada orang lain,” tambahnya.
Masyarakat diimbau agar turut menjaga suasana Idul Adha hingga berlangsung damai, aman dan harmonis dengan saling menghormati serta memperkuat ukhuwah.
Keharmonisan sosial dipandang sebagai salah satu kunci dalam menjaga ketenteraman, di tengah meningkatnya aktivitas dan interaksi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha. (ati/ra)




