Sukses Kelola UMKM Keripik Singkong dan Telur Asin Rura, Rutan Rantau Berikan Premi ke Warga Binaan

“Keripik Singkong Rura dan Telur Asin Rura merupakan produk unggulan hasil program pembinaan kemandirian yang dikelola Rutan Kelas IIB Rantau”

Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung menyerahkan premi hasil pengelolaan UMKM Keripik Singkong Rura dan Telur Asin Rura kepada WBP (foto: TABIRkota/ist)

RANTAU (TABIRkota) – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel) sukses mengelola produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Keriping Singkong Rura dan Telor Asin Rura, hingga menghasilkan secara ekonomi dan mampu memberikan premi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Menurut Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, premi diberikan kepada WBP yang terlibat dalam pembuatan kedua produk tersebut, sebagai bentuk penghargaan atas hasil kerja sekaligus motivasi agar terus meningkatkan keterampilan.

"Pembagian premi menunjukkan hasil pembinaan memiliki nilai ekonomi di mana WBP tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga merasakan manfaat nyata dari hasil karya yang mereka produksi," ujarnya di Rantau, ibu kota Tapin, Kamis (2/7).

Ia mengatakan, Keripik Singkong Rura dan Telur Asin Rura merupakan produk unggulan hasil program pembinaan kemandirian yang dikelola Rutan Kelas IIB Rantau.

"Warga binaan dilibatkan mulai dari proses produksi, pengemasan hingga menghasilkan produk yang siap dipasarkan," katanya.

Hasil penjualan kedua produk tersebut kemudian menjadi dasar pemberian premi kepada warga binaan, sesuai dengan keterlibatan dan kontribusi masing-masing dalam proses produksi.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Darmawan Saputra menambahkan, program pembinaan kemandirian dirancang agar WBP memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal bekerja maupun berwirausaha, setelah menyelesaikan masa pidana.

"Melalui kegiatan produksi UMKM, WBP belajar disiplin, bertanggung jawab dan memahami proses usaha yang memiliki nilai jual," tambahnya.

Program tersebut menjadi upaya Rutan Kelas IIB Rantau untuk membangun pembinaan yang produktif.

Sehingga, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh pengalaman kerja dan kesempatan menghasilkan pendapatan dari produk yang mereka buat. (ati/ra)

Pewarta: Sunarti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Like

TABIRklip