
RANTAU (TABIRkota) – Bupati Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), H Yamani menegaskan tentang pentingnya ketahanan keluarga untuk memperkokoh ketahanan nasional, ekonomi dan sosial melalui gerakan Amalkan dan Kembangkan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman atau “Aku Hatinya PKK”.
Hal tersebut disampaikan H Yamani saat menyambut tim verifikasi lapangan Lomba Aku Hatinya PKK Tingkat Provinsi di kawasan Integrated Farm System, Desa Ayunan Papan, Kecamatan Lok Paikat, Jumat (3/7).
Menurutnya, keikutsertaan dalam lomba tersebut bukan sekadar mengejar status juara, melainkan sebuah gerakan simultan untuk jangka panjang.
"Lomba Aku Hatinya PKK menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan pekarangan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga," ujarnya.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin berkomitmen untuk terus mengawal program "Aku Hatinya PKK".
“Gerakan Aku Hatinya PKK sangat krusial sebagai pilar kemandirian pangan berskala mikro atau rumah tangga,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkab Tapin mengapresiasi sinergi seluruh elemen masyarakat yang telah melakukan persiapan secara maksimal dalam mengikuti Lomba Aku Hatinya PKK.
"Pemkab Tapin juga mengapresiasi dan mengucapkan selamat datang kepada tim verifikasi lapangan,” tambahnya.
Salah satu objek penilaian saat verifikasi lapangan tersebut, adalah keberadaan Bank Sampah Lahar (Ladang Berkah Rayahu) yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tapin.
Menurut Staf Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3), DLH Tapin, Olivia, kegiatan tukar sampah dengan sembako merupakan bentuk dukungan DLH terhadap Desa Ayunan Papan yang mewakili Tapin dalam ajang lomba Aku Hatinya PKK.
“Melalui Bank Sampah Lahar, masyarakat dapat menukarkan sampah anorganik seperti plastik, kardus, dan aluminium dengan kebutuhan pokok berupa beras dan gula,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat dapat memperoleh paket sembako sesuai dengan jumlah sampah yang disetorkan.
“Untuk mendapatkan satu paket sembako lengkap, warga diharuskan membawa sedikitnya 10 kilogram sampah yang telah dipilah,” tambahnya.
Diharapkan, keberadaan Bank Sampah Lahar dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sehingga sampah dapat dikelola sejak dari sumbernya dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun perekonomian warga. (adv)




