
BARRU (TABIRkota) – Himpunan Mahasiswa Departemen Pusat Kajian dan Penelitian Mahasiswa Hukum Tata Negara (PUSAKA HTN) Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar kegiatan PUSAKA MODERN VII di Kelurahan Mangkoso, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru.
Menurut Ketua Umum PUSAKA HTN FH-UH, Andi Budiman, kegiatan yang merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat tersebut, telah dilaksanakan pada Arba (3/6) lalu.
“Kegiatan mengusung tema "Penguatan Kesadaran Konstitusional Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Berbasis Hak atas Lingkungan Hidup Sehat” sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com, Sabtu (6/6).
Melalui kegiatan tersebut, katanya, PUSAKA HTN berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Kegiatan tersebut dilaksanakan sekaligus untuk memperkuat kesadaran hukum masyarakat terhadap hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat,” katanya.
Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan PUSAKA MODERN VII, Muhammad Nurarbain Nazarbayev menambahkan, kegiatan tersebut telah dipersiapkan secara matang melalui koordinasi intensif antarpannitia dan berbagai pihak terkait.
“Kami berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian dan kepedulian sosial,” tambahnya.
Kegiatan PUSAKA MODERN VII dibuka Dekan Fakultas Hukum Unhas, Hamzah Halim bersama Ketua Departemen Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum Unhas, Naswar, dan Pemina PUSAKA HTN FH-UH, Fajlurrahman Jurdi dengan menghadirkan Dosen Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum Unhas, Muhammad Zulfan Hakim.
Hamzah Halim dalam sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan PUSAKA MODERN VI sebagai bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“Mahasiswa hukum memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat terhadap berbagai persoalan yang berkembang, termasuk isu lingkungan hidup,” katanya.
Menurutnya, mahasiswa harus mampu hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi nyata melalui ilmu yang dimilikinya.
“Kegiatan PUSAKA MODERN VI menjadi salah satu bentuk implementasi peran akademik mahasiswa dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Ketua Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unhas, Naswar menambahkan, peran organisasi mahasiswa sangat penting sebagai ruang pengembangan intelektual dan implementasi keilmuan hukum tata negara di tengah masyarakat.
“PUSAKA HTN harus terus menjadi ruang pengembangan keilmuan yang tidak hanya berorientasi pada diskusi akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata kepada
masyarakat melalui kegiatan-kegiatan pengabdian yang konstruktif,” ujarnya.
Pembina PUSAKA HTN FH-UH, Fajlurrahman Jurdi menambahkan, bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun kesadaran hukum masyarakat.
“PUSAKA MODERN bukan hanya program kerja tahunan, tetapi juga ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat secara langsung serta berkontribusi dalam
membangun kesadaran hukum dan kewarganegaraan,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Zulfan Hakim dalam pemaparannya pada kegiatan tersebut, menyoroti tentang pentingnya kesadaran konstitusional masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Diharapkan, melalui kegiatan tersebut, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan dan hak atas lingkungan hidup yang sehat dapat semakin meningkat. (rls/ra)



