Napak Tilas 3: Mengarungi Derasnya Jeram Sungai Pakelan Atas

“Selain jeram-jeram yang menantang, sepanjang perjalanan kami juga disuguhi pemandangan yang sangat eksotis. Tebing-tebing yang menjulang tinggi, hutan alami yang hijau, tujuh air terjun yang indah serta gua kelalawar”

Baru naik ke perahu karet, sudah disambut oleh jeram “welcome”. Perahu sempat oleng dan menghantam batu besar (foto: TABIRkota/dok)

Oleh: Muhammad Ismail Syarkawi

PUKUL 05.24 WIB, Kereta Api Tawang Alung perlahan meninggalkan Stasiun Banyuwangi kota. Tujuan kami selanjutnya adalah kota Probolinggo dengan waktu tempuh lebih kurang empat jam.

Ini lokasi tiga yang akan kami datangi. Sebelumnya, pendakian Kawah Ijen, menyelam di Pulau Menjangan, Bali Barat dan sekarang arung jeram.

Dari kota Probolinggo, kami akan ke basecamp atas ‘Songa Adventure’ di Desa Persawahan, Kecamatan Tiris, untuk mengarungi Sungai Pakelan Atas. Waktu tempuh kurang lebih 50 menit dari Stasiun Probolinggo dengan menggunakan mobil carteran dengan biaya antara Rp500 ribu – Rp600 ribu pulang pergi, tergantung keahlian menawar.

Untuk sampai ke probolingo, selain menggunakan kereta api, juga bisa menggunakan angkutan lain, seperti bus atau mobil lainnya. Kalau dari Surabaya atau Malang, waktu tempuhnya lebih cepat dan bisa lewat tol. Berhubung kami sebelumnya menyelam dan snorkeling di Pulau Menjangan, Bali, maka kami datang dari arah Banyuwangi.

* * *

Disambut Jeram “Welcome” yang Menantang

SAMPAI di basecamp, ternyata tim kami sudah ditunggu oleh kru Songa Adventure. Kami diminta langsung berganti pakaian dan menggunakan alat keselamatan diri (rompi dan helm). Sebelumnya, kami sudah booking melalui telepon ke operator arung jeram tersebut.

Arung jeram di Sungai Pakelan terbagi dua jalur, yakni Pakelan bawah dan Pakelan atas. Pakelan atas jeramnya lebih menantang dengan grade 2- 3+. Basecamp-nya juga beda. Jadi kalau mau ke sana, pastikan anda mau rafting di atas atau di bawah.

Dari Basecamp Songa atas, kami diantar ke start point menggunakan mobil pikap. Selanjutnya berjalan kaki menuruni bukit hingga ke pinggir Sungai Pakelan. Di start point telah menanti puluhan perahu karet yang siap mengantarkan tamunya.

Satu perahu karet diisi tiga sampai lima orang (termasuk operator). Saya, Ervan dan satu pemandu/operator di satu perahu. Sementara Didi, piping, indra dan pemandunya di perahu lainnya.

Setelah mendapatkan arahan dari operator, satu per satu perahu karet mengarungi sungai jernih yang berarus deras itu. Bagi yang belum pernah ikut arung jeram, nyali akan menciut melihat derasnya air sungai.

Baru naik ke perahu karet, sudah disambut oleh jeram “welcome”. Perahu sempat oleng dan menghantam batu besar, untung petugas rescue yang telah berjaga di sana, dengan sigap membantu kami, sehingga tidak jadi terbalik.

* * *

Pesona Eksotis: Tujuh Air Terjun dan Gua Kelelawar

PERJALANAN dilanjutkan dengan melewati puluhan jeram yang menantang dan berbahaya, sambung menyambung. Kami harus hati-hati dan selalu mengikuti arahan pemandu agar tidak celaka. Pengarungan kali ini, benar-benar seru.

Selain jeram-jeram yang menantang, sepanjang perjalanan kami juga disuguhi pemandangan yang sangat eksotis. Tebing-tebing yang menjulang tinggi, hutan alami yang hijau, tujuh air terjun yang indah serta gua kelalawar.

Sesekali terlihat hewan liar seperti burung, kera/monyet dan biawak yang berjemur di tepi sungai. Kami juga melewati tirai air dari beberapa air terjun yang jatuh dari tebing tinggi.

Alam yang masih asri, pemandangan yang memanjakan mata dan jeram yang sangat menantang tersebut membuat kami sangat menikmati pengarungan. Dari beberapa lokasi arung jeram yang pernah kami arungi, Sungai Pakelan Atas ini ‘paling top’ dengan pemandangan paling indah. Tidak salah kalau ada yang menyebut bahwa ini salah satu arung jeram terbaik di Indonesia.

Hari itu, Arba (17/6), ada puluhan perahu karet dari dua operator (Songa Adventure dan Pakelan Adventure). Ada kalanya kami harus bergantian melalui jeram-jeram tertentu dan masing-masing pemandu akan mengikuti arahan tim rescue yang sedang berjaga. Salut untuk para operator dengan tim rescuenya yang sangat sigap.

* * *

Kehangatan di Pos Peristirahatan dan ‘Menu Ndeso’

DI TENGAH pengarungan, kami beristirahat di bawah air terjun yang sangat indah. Susu jahe dan pisang goreng yang disediakan di pos peristirahatan, sangat enak dinikmati di bawah tirai air terjun yang dihiasi pelangi itu. Pos peristirahatan tersebut juga menjadi spot foto yang sangat luar biasa.

Setelah menghangatkan tubuh dengan suguhan susu jahe, pisang goreng dan beberapa batang rokok (bagi yang merokok), perjalanan dilanjutkan. Jeram-jeram yang menantang dan pemandangan yang sangat eksotis membuat adrenalin kami terus terpacu. Tidak terasa, 12 kilometer telah terlewati. Itu artinya, kami sudah sampai di titik finish dan mengakhiri petualangan kali ini.

Dari titik finish, kami berjalan menaiki bukit untuk sampai ke titik penjemputan. Mobil bak terbuka yang diberi pagar besi siap mengantarkan kami kembali ke basecamp Songa atas.

Di Basecamp sudah disiapkan makanan prasmanan ‘menu ndeso’ yang sangat nikmat. Ada nasi jagung, ikan goreng, ikan asin, tahu, tempe, lalapan, sambel terasi, sayur lodeh dan lain-lain. Ada juga kelapa muda. Luar biasa nikmat Allah yang telah berikan.

* * *

Akhir Perjalanan Para Petualang Tua

USAI mandi, sholat dan makan, kami bersiap kembali ke Probolinggo dan mengejar kereta sore untuk kembali ke Surabaya. Sebelum meninggalkan Basecamp Songa Atas, tidak lupa mengambil foto dan video kegiatan yang telah disiapkan operator.

Dari Surabaya, besoknya, Kamis (18/6), kami akan kembali ke Banjarmasin. Napak Tilas Para Petualang Tua kali ini akan berakhir.

Berangkat dengan kapal laut, lanjut dengan kereta ekonomi, menginap di penginapan sederhana. Naik Kawah Ijen, menyelam dan snorkeling di Pulau Menjangan Bali Barat serta arung jeram di Probolinggo dengan cara backpacker, mengingatkan kami kembali pada masa muda dulu ketika masih aktif di Kompas Borneo Unlam.

Terima kasih Ya Allah, atas segala nikmat yang Engkau berikan. Fa bi’ayyi ālā’i rabbikumā tukażżibān, Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (TAMAT)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Like

TABIRklip