Goes to Adaro, Jurnalis Banjarmasin Kunjungi Area Pascatambang PT Adaro Indonesia

“Kegiatan pascatambang Adaro berpusat pada reklamasi lahan dan konversi lubang bekas tambang menjadi danau multifungsi untuk pemulihan ekosistem”

Rombongan jurnalis Banjarmasin bersama manajemen PT Adaro Indonesia saat kunjungan ke area pasca tambang (foto: TABIRkota/hms adaro)

PARINGIN (TABIRkota) – Sejumlah jurnalis dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kunjungan ke area model pascatambang PT Adaro Indonesia di Kecamatan Paringin Tengah, Kabupaten Balangan, Kamis (21/5).

Kunjungan bertajuk Jurnalis Banjarmasin Goes to Adaro tersebut, bertujuan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program reklamasi pascatambang PT Adaro Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan jurnalis didampingi Land and Community Management Department Head PT Adaro Indonesia, Djoko Soesilo, melihat area pascatambang yang saat ini telah berubah menjadi kawasan hijau, tempat ekosistem baru tumbuh.

Pemimpin Umum TABIRkota.com, Rusmanadi (paling kanan) bersama sejumlah jurnalis Banjarmasin saat mengunjungi area pasca tambang PT Adaro Indonesia (foto: TABIRkota/hms adaro)

Rombongan juga melakukan kunjungan ke lokasi penangkaran madu kelulut serta budidaya ikan air tawar seperti nila best dan jelawat.

Menurut Health Safety Environment Division Head PT Adaro Indonesia, Rusdi Husin, pihak perusahaan melakukan kegiatan reklamasi dengan konsep Ecological Green Belt atau Sabuk Hijau Ekologis yang berfokus pada pembangunan kembali sistem ekologis secara menyeluruh.

“Kegiatan pascatambang PT Adaro Indonesia berpusat pada reklamasi lahan dan konversi lubang bekas tambang (void) menjadi danau multifungsi untuk pemulihan ekosistem, kawasan perlindungan keanekaragaman hayati dan percontohan keberlanjutan sektor pertambangan,” ujarnya saat menyambut kedatangan rombongan jurnalis.

Ia mengatakan, lubang bekas galian tambang dikelola menjadi danau buatan dengan restorasi ekologis untuk biota air, seperti budidaya ikan, penyediaan air dan area pariwisata terpadu.

“Adaro juga melakukan reklamasi dan revegetasi lahan dengan menjalankan penataan lahan, penebaran tanah pucuk atau topsoil serta penanaman jutaan pohon untuk pemulihan tutupan lahan guna menyerap karbon serta memperbaiki siklus hidrologi,” katanya.

Ia menambahkan, PT Adaro Indonesia menetapkan kawasan khusus perlindungan flora dan fauna, termasuk pengembangan program Corporate Social Responsibility (CSR) seperti kawasan budidaya madu kelulut (lebah madu tanpa sengat) di wilayah pascatambang.

“Sabuk Hijau Ekologis yang dibangun, menjadi area penyangga lingkungan yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem, yang menjadi koridor ekologis bagi perkembangan flora dan fauna secara alami,” tambahnya.

Selain mengunjungi kawasan danau buatan, penangkaran madu kelulut dan budidaya ikan air tawar, rombongan jurnalis juga melaksanakan diskusi dengan manajemen PT Adaro Indonesia terkait kegiatan pascatambang.

Pada kunjungan tersebut, rombongan jurnalis Banjarmasin berkesempatan menikmati manisnya madu kelulut, ikan nila best dan kopi hasil budidaya pascatambang PT Adaro Indonesia. (ra)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Model Pascatambang PT Adaro Indonesia di Balangan Berhasil Ciptakan Ekosistem Satwa Endemik

Jum Mei 22 , 2026
“Hingga saat ini, tercatat 28 ekor Bekantan telah menetap dan membentuk kelompok di lokasi pascatambang PT Adaro Indonesia"

You May Like

TABIRklip