
BUNTOK (TABIRkota) – Kapolres Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), AKBP Jecson Ricsko Hutapea mendukung program Desa Binaan Imigrasi dan layanan Eazy Passport sebagai upaya meningkatkan kesadaran hukum serta mempermudah akses layanan keimigrasian bagi masyarakat.
Menurutnya, program Desa Binaan Imigrasi memiliki peran penting dalam memperkuat edukasi hukum sekaligus perlindungan masyarakat dari berbagai persoalan keimigrasian.
“Desa Binaan Imigrasi dapat meningkatkan edukasi masyarakat, terkait potensi pelanggaran keimigrasian, termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM),” ujarnya di Buntok, ibukota Barsel, Arba (10/6).
Ia mengatakan, layanan Eazy Passport menjadi terobosan baru yang memudahkan masyarakat Barito Selatan dalam pengurusan dokumen perjalanan tanpa harus ke ibu kota provinsi.
“Dengan adanya Eazy Passport, masyarakat Barsel bisa lebih dekat dan lebih mudah dalam pengurusan paspor tanpa harus ke Palangka Raya (ibu kota Kalteng, red),” katanya.
Program tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah dan terjangkau hingga ke wilayah desa.
Ia menambahkan, pihaknya berharap layanan Eazy Passport dapat terus dilaksanakan secara berkala melalui penjadwalan dari Kantor Imigrasi Palangka Raya agar semakin banyak masyarakat yang terlayani.
“Polres Barsel siap mendukung sinergi antara kepolisian dan imigrasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Sinergi lintas sektor antara kepolisian dan imigrasi dinilai penting untuk memperkuat pengawasan keimigrasian sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat di tingkat desa. (mad/ra)



