
MUARA TEWEH (TABIRkota) — Peristiwa perkelahian antara seorang pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), berakhir damai setelah dimediasi oleh Polres setempat.
Kapolres Barut, AKBP Singgih Febiyanto melalui Kapolsek Gunung Purei, Ipda Hermendi mengatakan, perkelahian yang telah terjadi beberapa hari yang lalu tersebut, berawal dari cekcok saat pertandingan futsal.
“Menindaklanjuti laporan salah seorang orang tua pelajar, Polres Barut melalui unit Patroli Pengamanan dan Pelayanan Masyarakat Terpadu (Pamapta) segera mengambil langkah cepat untuk meredam situasi,” katanya di Muara Teweh, ibu kota Barut, Arba (29/4).
Menurutnya, dengan difasilitasi personel Pamapta Polres Barut, Ipda Riyanto, para pihak yang terlibat perseteruan dipertemukan bersama guru wali kelas dan orang tua masing-masing.
“Proses mediasi berlangsung dengan pendekatan persuasif dan kekeluargaan, sehingga permasalahan dapat diselesaikan tanpa berlanjut ke proses hukum,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian mengedepankan penyelesaian secara humanis, khususnya dalam kasus yang melibatkan pelajar.
“Kami mengutamakan langkah pembinaan dan mediasi dengan melibatkan orang tua serta pihak sekolah, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tambahnya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada para pelajar untuk lebih mengedepankan sikap sportivitas dan menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Selain itu, peran orang tua dan pihak sekolah dinilai sangat penting dalam memberikan pengawasan serta pembinaan terhadap pelajar.
Dengan adanya penyelesaian secara damai tersebut, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan pelajar di Muara Teweh, tetap terjaga kondusif. (ded/ra)




