
BUNTOK (TABIRkota) — Film Kuyang berhasil mendulang sukses di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), setelah dua hari “gentayangan” di Bioskop Banua, Gedung Jaro Pirarahan, Buntok.
Menurut Event Organizer (EO) Dari Hati Films (DHF Entertainment), Muhammad Rofiq, mengatakan, film besutan sutradara asal Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut, ditayangkan 25 dan 26 April.
“Alhamdulillah, selama dua hari penayangan, antusias penonton sangat tinggi, terutama pada jam tayang siang hingga malam,” ujarnya di Buntok, ibu kota Barsel, Sabtu (25/4).
Ia mengatakan, pemutaran film Kuyang di Buntok menjadi bagian dari rangkaian tur penayangan yang menyasar berbagai daerah di Kalimantan.
“Buntok menjadi salah satu kota yang dipilih karena tingginya minat masyarakat terhadap film bergenre horor lokal,” katanya.
Ia menambahkan, DHF Entertainment rencananya akan memperluas pemutaran film Kuyang ke sejumlah kabupaten lain di Kalteng.
“Melalui film Kuyang, diharapkan masyarakat ikut merasakan budaya dan urban legend Kalimantan,” tambahnya.
Kuyang sendiri merupakan legenda mistis asal Kalimantan, yaitu sosok manusia (biasanya wanita) penganut ilmu hitam, yang dapat melepas kepala dari tubuh dan terbang bersama organ dalam (seperti jantung, paru-paru dan usus) untuk mencari mangsa
Film Kuyang merupakan prekuel dari semesta film Saranjana: Kota Ghaib dan berlatar tujuh tahun sebelum kejadian di film tersebut.
Kuyang berfokus pada latar belakang karakter Rusmiati (istri Badri) yang gagal hamil dan karena tekanan adat serta ramalan buruk, terpaksa mengambil jalan gelap dengan mempelajari ilmu Kuyang demi mempertahankan rumah tangganya.
Film tersebut lebih menyoroti sisi emosional dan pilihan sulit seorang perempuan yang akhirnya berubah menjadi kutukan bagi dirinya sendiri.
Secara umum, film tersebut menggambarkan bahwa Kuyang bukan sekadar hantu, melainkan manusia yang terikat perjanjian dengan iblis demi kecantikan, awet muda atau kekuatan tertentu. (mad/ra)




