
BUNTOK (TABIRkota) – Wakil Bupati (Wabup) Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Khristianto Yudha mengajak generasi muda melek informasi dan finansial.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Roadshow Festival Literasi Harati 2026 yang difasilitasi Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) setempat, di Aula Kantor Baperinda Buntok, Kamis (23/4).
"Literasi saat ini tidak lagi hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami informasi serta mengambil keputusan secara cerdas dan bertanggung jawab," ujarnya.
Ia mengatakan, tema festival Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities, dinilai relevan dalam menyiapkan masyarakat yang adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan.
"Integrasi edukasi mengenai literasi ekonomi, inflasi dan kebanksentralan menjadi bagian penting dalam membentuk pemahaman generasi muda terhadap stabilitas harga dan pola konsumsi bijak," katanya.
Roadshow tersebut menjadi bukti bahwa penguatan budaya literasi memerlukan kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah hingga masyarakat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barsel berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas literasi sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Khristianto Yudha menambahkan, budaya literasi yang kuat akan mendorong lahirnya masyarakat yang cerdas dan berdaya saing di era digital.
“Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap program literasi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Adhi Nugroho mengatakan, budaya membaca merupakan pintu masuk dalam memperluas wawasan dan pengetahuan masyarakat.
“Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi di kalangan generasi muda,” katanya.
Roadshow tersebut juga bertujuan meningkatkan literasi informasi, digital dan finansial khususnya bagi pelajar.
Melalui roadshow tersebut, diharapkan dapat membentuk generasi yang cerdas, kritis dan berdaya saing.
Festival tersebut berlangsung selama satu hari, diisi berbagai materi edukasi, diskusi serta perlombaan literasi bagi pelajar. (mad/fer)




