Diduga Terinfeksi Pneumonia Akibat Asap Karhutla, Bayi 6 Bulan di Buntok Barsel Meninggal Dunia

“Bayi perempuan berusia 6 bulan itu, dibawa ke IGD RSUD Jaraga Sasameh Buntok dalam kondisi sesak napas serta kejang-kejang pada pukul 14.00 WIB dan meninggal sekitar pukul 17.00 WIB”

Paparan kabut asap karhutla di Barsel, Kalteng mengakibatkan seorang bayi berusia enam bulan meninggal dunia (foto: ilustrasi/ai)
Paparan kabut asap karhutla di Barsel, Kalteng mengakibatkan seorang bayi berusia enam bulan meninggal dunia (foto: ilustrasi/ai)

BUNTOK (TABIRkota) – Bayi berusia enam bulan dengan inisial SH, meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jaraga Sasameh Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), setelah mengalami infeksi pneumonia yang diduga dipicu paparan tebal kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Barsel, Dadang Baskoro Nugroho yang juga merupakan Direktur RSUD Jaraga Sasameh Buntok, bayi perempuan warga Desa Kalahien tersebut, meninggal pada Sabtu (10/10) lalu, sekitar pukul 17.00 WIB.

“Bayi tersebut dibawa ke IGD RSUD Jaraga Sasameh Buntok dalam kondisi sesak napas dan kejang-kejang pada pukul 14.00 WIB,” ujarnya di Buntok, ibu kota Barsel, Kamis (15/10).

Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, pasien didiagnosis mengalami pneumonia, yaitu infeksi paru-paru yang cukup serius.

Ia mengatakan, pihak RSUD Jaraga Sasameh Buntok telah berupaya melakukan tindakan medis untuk menyembuhkan pasien selama kurang lebih tiga jam, namun tidak bertahan hingga akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIB di IGD.

“Pneumonia bisa menyerang siapa saja, terutama balita dan lansia, serta orang yang mempunyai faktor komorbid rentan untuk terinfeksi, apalagi kita dalam kondisi seperti ini (kabut asap karhutla, red),” katanya.

Pneumonia adalah penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu atau kedua paru-paru, yang menyebabkan kantung udara di dalam paru-paru (alveolus) meradang dan dipenuhi oleh cairan atau nanah.

Kondisi tersebut membuat penderitanya kesulitan bernapas karena oksigen tidak dapat diserap dengan baik oleh tubuh.

Dadang Baskoro Nugroho menambahkan, pneumonia disebabkan banyak faktor, salah satunya adalah kondisi kabut asap karhutla yang dialami sekarang.

“Menghirup asap tebal, potensi pneumonia pasti akan lebih besar, meskipun bukan 100 persen faktor dari situ (asap) yang menyebabkan pasien meninggal,” tambahnya.

Pihak RSUD Jaraga Sasameh Buntok sendiri, sesuai instruksi Bupati Barsel, telah melakukan pembagian masker dan membuat 13 rumah oksigen agar bisa dimanfaatkan warga secara gratis.

Sedangkan pasien-pasien yang dalam kondisi berat di rumah oksigen dan puskesmas, langsung dirujuk ke RSUD Jaraga Sasameh untuk penanganan lebih lanjut. (mad/ra)

Pewarta: Akhmad Madani

Journalist - Barito Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tingkatkan Mutu Sekolah Binaan, YBHP Bersama Disdik Barito Utara Gelar Forum Kepsek dan Monitoring

Kam Okt 15 , 2026
“Kolaborasi YBHP dan Disdik Barut menjadi komitmen untuk mendukung penguatan kapasitas sekolah secara berkelanjutan, dengan menempatkan sekolah sebagai mitra utama dalam proses perbaikan”
YBHP bersama Disdik Barito Utara melaksanakan Forum Kepsek dan Monitoring dalam upaya meningkatkan mutu sekolah binaan (foto: TABIRkota/ist)

You May Like

TABIRklip