
KUALA KAPUAS (TABIRkota) – Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), HM Wiyatno, didampingi Komandan Kodim (Dandim) 1011/KLK, Letkol Inf Deky Febrianto, mengikuti Video Conference (Vicon) Evaluasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Selat Tengah, Selasa (13/10).
Melalui Vicon tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai memimpin evaluasi penanganan Karhutla sekaligus menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, aparat kecamatan, kelurahan, desa, serta masyarakat dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan.
Pangdam menyampaikan bahwa meskipun jumlah titik api menunjukkan penurunan, dampak asap masih menjadi perhatian serius, terutama karena berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.
Oleh karena itu, patroli terpadu perlu terus ditingkatkan guna mencegah munculnya titik api baru serta menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, berbagai upaya penanganan Karhutla terus dilakukan, di antaranya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing.
Pangdam juga menyampaikan rencana pemanfaatan dry ice sebagai salah satu upaya pendukung pengendalian cuaca dan pengurangan dampak asap.
Di samping penanganan Karhutla, Pangdam XXII/Tambun Bungai menegaskan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui program penyediaan air bersih, pembangunan jembatan, serta pelaksanaan Bakti TNI skala besar.
Salah satu upaya pembangunan yang tengah dilaksanakan di Kabupaten Katingan meliputi pembangunan jalan sepanjang 18 kilometer, pembangunan jembatan, pengeboran sumber air bersih, serta pengembangan sumber energi listrik melalui kincir air dan panel surya.
Berbagai program tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Pada kesempatan itu, Pangdam juga mengimbau pemerintah daerah untuk turut menyebarluaskan informasi mengenai penerimaan prajurit TNI, baik Tamtama, Bintara, maupun Perwira, kepada masyarakat luas.
Ia menegaskan bahwa proses penerimaan prajurit TNI tidak dipungut biaya atau gratis. Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta imbalan tertentu.
Melalui kegiatan evaluasi tersebut, diharapkan koordinasi dan sinergi seluruh pihak semakin optimal, baik dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla maupun dalam mendukung pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kalteng. (adv)



