Tingkatkan Mutu Sekolah Binaan, YBHP Bersama Disdik Barito Utara Gelar Forum Kepsek dan Monitoring

“Kolaborasi YBHP dan Disdik Barut menjadi komitmen untuk mendukung penguatan kapasitas sekolah secara berkelanjutan, dengan menempatkan sekolah sebagai mitra utama dalam proses perbaikan”

YBHP bersama Disdik Barito Utara melaksanakan Forum Kepsek dan Monitoring dalam upaya meningkatkan mutu sekolah binaan (foto: TABIRkota/ist)
YBHP bersama Disdik Barito Utara melaksanakan Forum Kepsek dan Monitoring dalam upaya meningkatkan mutu sekolah binaan (foto: TABIRkota/ist)

MUARA TEWEH (TABIRkota) – Yayasan Bina Harati Pama (YBHP) bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), menggelar Forum Kepala Sekolah dan Monitoring Sekolah Binaan sebagai upaya meningkatkan mutu sekolah binaan.

Menurut Accounting Officer Yayasan Bina Harati Pama, Adrian Yahya, kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Lemo, Kecamatan Teweh Tengah dan Paring Lahung, Montallat pada 12 dan 13 Oktober lalu.

“Kegiatan tersebut menjadi wujud kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi manajerial kepala sekolah, perbaikan tata kelola sekolah, serta pemetaan kebutuhan pendampingan di lapangan,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com, Kamis (15/10).

Dalam pelaksanaan Forum Kepala Sekolah tahun 2026, YBHP memfokuskan kegiatan pada workshop penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) berdasarkan Rapor Pendidikan yang difasilitasi Weldia Atmanegara, selaku Fasilitator Daerah Barito Utara.

Melalui kegiatan tersebut, kepala sekolah didorong untuk memanfaatkan data dan hasil evaluasi pendidikan sebagai dasar dalam mengidentifikasi prioritas perbaikan serta menyusun rencana kerja yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah.

Selain penguatan kapasitas kepala sekolah, YBHP bersama Disdik Barito Utara juga melaksanakan monitoring ke sekolah-sekolah binaan.

Adrian Yahya mengatakan, kegiatan tersebut mencakup peninjauan dokumen wajib sekolah dan perangkat ajar guru, sekaligus pemberian masukan untuk mendukung kelengkapan administrasi dan peningkatan kualitas pengelolaan pembelajaran.

“Monitoring dilaksanakan dengan pendampingan Sekretaris Disdik Barut, Hj Sunarty S bersama jajaran Bidang Pendidikan Dasar, H Ikhsanul Agus Wahyudi, Normaulidah, Tommy Sugara dan Rayani Safitri,” katanya.

Ia menambahkan, Forum Kepala Sekolah dan monitoring bersama Disdik menjadi bagian penting dalam mengevaluasi pelaksanaan program serta memetakan kebutuhan sekolah binaan secara lebih terarah.

“Melalui peninjauan langsung dan diskusi bersama pihak sekolah serta Dinas Pendidikan, YBHP dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi administrasi sekolah, kelengkapan dokumen pembelajaran guru, dan aspek-aspek yang masih memerlukan penguatan,” tambahnya.

Hasil pemetaan diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun program dan rencana tindak lanjut (RTL) yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah, termasuk mendukung kesiapan kepala sekolah dan guru dalam menghadapi asesmen kompetensi serta membantu sekolah mempersiapkan proses reakreditasi.

Dengan demikian, pendampingan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Sekretaris Disdik Barut, Hj Sunarty S dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Menurutnya, keterlibatan bersama dalam melihat kondisi sekolah secara langsung dapat membantu para pemangku kepentingan memahami kebutuhan di lapangan dan menentukan bentuk intervensi yang tepat sesuai dengan peran masing-masing.

“Dengan demikian, dukungan yang diberikan dapat berjalan lebih terarah dan saling melengkapi,” ujarnya.

Sementara itu, Guru SDN 1 Lemo I, Ahmad Rofi mengatakan, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi sekolah, terutama dalam mempersiapkan kelengkapan administrasi menjelang asesmen oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP).

“Selain itu, kegiatan monitoring membuka ruang diskusi bagi pihak sekolah untuk berkonsultasi secara langsung dengan Dinas Pendidikan mengenai dokumen wajib sekolah dan perangkat ajar guru, sehingga sekolah memperoleh masukan yang dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhannya,” katanya.

Kegiatan tersebut melibatkan sekolah-sekolah binaan YBHP di wilayah Barito Utara, yaitu SDN 1 Lemo I, SDN 3 Lemo I, SDN 1 Lemo II, SDN 2 Lemo II, SMPN 4 Muara Teweh, SDN 1 Paring Lahung, SDN 2 Paring Lahung, SMPN 4 Montallat, dan SMAS PGRI Tumpung Laung.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, YBHP dan Disdik Barito Utara berupaya membangun pemahaman bersama mengenai kondisi, tantangan, dan kebutuhan sekolah binaan.

Hasil pemetaan diharapkan menjadi landasan dalam menyelaraskan dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh masing-masing pihak, sehingga program peningkatan mutu pendidikan dapat menjawab kebutuhan sekolah secara lebih tepat sasaran.

Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen YBHP untuk mendukung penguatan kapasitas sekolah secara berkelanjutan, dengan menempatkan sekolah sebagai mitra utama dalam proses perbaikan.

Sinergi antara yayasan, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan diharapkan dapat memperkuat tata kelola sekolah, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendorong terwujudnya lingkungan pendidikan yang semakin berkualitas bagi peserta didik di Barito Utara. (rls/ra)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pantau Imunisasi Kejar 2026 di Supang, Camat Kapuas Hulu Pastikan Balita Dapat Vaksin Lengkap

Kam Okt 15 , 2026
“Pemantauan dilaksanakan untuk memastikan agar seluruh anak-anak atau balita di wilayah Kecamatan Kapuas benar-benar mendapatkan imunisasi yang lengkap”
Camat Kapuas Hulu, Novrianto Elyanus Wengkau bersama Kades Supang, Dian saat meninjau pelaksanaan Imunisasi Kejar 2026 (foto: TABIRkota/yuliansyah)

You May Like

TABIRklip