
KUALA KAPUAS (TABIRkota) – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), Hj Siti Saniah Wiyatno, memimpin kegiatan Kunjungan Kasih di Handir Irian, Desa Anjir Serapat Baru, Kecamatan Kapuas Timur, untuk “menyentuh” langsung kelompok masayarakat rentan.
Kunjungan bersama Tim Pembina Posyandu Kapuas tersebut, dilaksanakan kepada keluarga penyandang disabilitas mental di Handil Irian Km 7,5 RT 007, Sabtu (1/8).
Menurut Hj Siti Saniah Wiyatno, kunjungan tersebut merupakan bagian dari penguatan implementasi Posyandu 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya pada bidang kesehatan dan bidang sosial.
“Kunjungan ini menjadi wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, sekaligus memastikan keluarga penyandang disabilitas mental memperoleh akses pelayanan kesehatan, sosial, dan pendampingan secara terpadu melalui sinergi lintas sektor,” ujarnya.
Ia mengatakan, kunjungan kasih merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat yang tergolong rentan, sekaligus memperkuat pelaksanaan transformasi Posyandu yang kini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal.
"Melalui Posyandu 6 Bidang SPM, kita ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya, mendapatkan pelayanan dasar yang mudah dijangkau, terpadu serta berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan implementasi Posyandu 6 Bidang SPM memerlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga masyarakat.
“Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar berbagai persoalan kesehatan dan sosial dapat dideteksi sejak dini serta ditangani secara cepat serta tepat,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kapuas juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, dan perangkat daerah terkait penanganan kasus sosial di masyarakat, sehingga pelayanan kepada kelompok rentan dapat dilakukan secara berkesinambungan.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan pelayanan dasar semakin mudah diakses, permasalahan sosial dan kesehatan dapat ditangani lebih cepat, serta kualitas hidup masyarakat terus meningkat. (adv)




